Kedua, mereka minta agar nota kesepahaman atau MOU dibatalkan. Proses tender harus diulang dengan melibatkan lebih banyak Syarikah. Tujuannya sederhana: agar layanan sepadan dengan besarnya kuota.
Terakhir, mereka mendesak adanya penindakan tegas. Isu tentang mafia haji dan dugaan keterlibatan pejabat dalam pengerucutan penyedia layanan harus diusut tuntas.
Pernyataan Habza itu menutup kritik organisasi mahasiswa tersebut, dengan nada prihatin sekaligus geram. Mereka khawatir ibadah haji, yang seharusnya suci, justru dikotori oleh urusan bisnis dan monopoli.
Artikel Terkait
Kepemimpinan PBNU Kembali ke Gus Yahya, Muktamar 35 Dijadwalkan 2026
Kontroversi Video Rektor UGM: Tahun Kelulusan Jokowi Berubah dalam Dua Versi
TPUA Soroti Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis: Karakter Pengkhianat hingga Tudingan Layani Jokowi
Desakan Organisasi Pemuda: Erick Thohir Dinilai Gagal, Minta Kemenpora Dipisah