“Bapak diundang Gala Dinner oleh Bloomberg dan diberikan tempat duduk makan malam di sebelah Mike Bloomberg,” ungkap ajudan Jokowi, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah. Posisi duduk yang terhormat, tentu saja.
Forum yang mengusung tema "Thriving in an Age of Extremes" itu bahkan menampilkan Jokowi sebagai pembicara. Melalui akun Instagram pribadinya, @jokowi, ia menyebut akan menyampaikan pidato mengenai arah pembangunan Indonesia dan peran negara dalam ekonomi global.
"Sebagai Dewan Penasihat Bloomberg New Economy, saya dijadwalkan menyampaikan pidato mengenai arah pembangunan Indonesia dan peran kita dalam ekonomi global pada Jumat mendatang," tulisnya. "Semoga dialog lintas-negara dan lintas-sektor di forum ini memperkuat kolaborasi dan mendorong inovasi," sambungnya.
Namun begitu, di dalam negeri, badai justru tak kunjung reda. Sidang di Komisi Informasi Pusat (KIP) pada Senin (17/11/2025) berlangsung tegang. Koalisi Bongkar Ijazah Jokowi (Bonjowi) yang terdiri dari akademisi, aktivis, dan jurnalis hadir sebagai pemohon. Sementara di sisi lain, duduklah perwakilan UGM, KPU DKI Jakarta, KPU Surakarta, dan Polda Metro Jaya.
Yang menarik, majelis KIP menemukan jawaban “tidak ada” dari UGM ketika ditanya tentang prosedur legalisasi ijazah dan SOP yang berlaku di masa Jokowi kuliah hingga mencalonkan diri. Ketua Majelis Rospita Vici Paulyn juga menyoroti pemusnahan arsip pencalonan Jokowi oleh KPU Surakarta, dan menuntut penjelasan mendalam.
Sidang yang berlangsung alot itu semakin mengukuhkan betapa transparansi dokumen penting dalam pencalonan presiden masih menjadi pekerjaan rumah yang serius. Sorotan publik terhadap kasus ini tak main-main.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir