Ia merasa, pihak Jokowi mulai merasa terpojok. Semakin lama, perhatian publik terhadap kasus ijazah ini justru makin menjadi. "Orang makin antusias, makin tidak terkendali," katanya. Nah, di saat seperti inilah, menurut Ray, kekuasaan kerap dipakai sebagai tameng. Caranya? Dengan menjadikan mereka yang vokal sebagai tersangka.
Yang menarik, Ray justru melihat langkah polisi ini berpotensi bumerang. Alih-alih meredakan, keraguan publik malah makin menjadi. "Hari demi hari, keraguan orang justru meningkat apakah ijazah Jokowi itu asli. Minat untuk menguak kebenaran soal dugaan ijazah palsu juga makin tinggi," tegasnya.
Pada akhirnya, Ray menilai langkah cepat kepolisian itu lebih sebagai upaya meredam kegaduhan. "Kenyataannya, Jokowi merasa terganggu. Makanya, semuanya buru-buru diredam lewat tindakan kepolisian," tutupnya. Persoalannya, apakah cara ini akan berhasil menenangkan gelombang pertanyaan yang terus mengalir?
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir