Hukuman Siswa Nakal Ala Dedi Mulyadi: Babat Rumput hingga Ngecat Kelas

- Minggu, 09 November 2025 | 07:15 WIB
Hukuman Siswa Nakal Ala Dedi Mulyadi: Babat Rumput hingga Ngecat Kelas
Usulan Dedi Mulyadi: Hukuman Siswa Nakal Babat Rumput & Ngecat Ruangan

Usulan Dedi Mulyadi: Hukuman Siswa Nakal Babat Rumput & Ngecat Ruangan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengusulkan bentuk hukuman baru yang lebih mendidik bagi siswa yang berperilaku nakal di sekolah. Usulan Dedi Mulyadi ini menekankan sanksi positif seperti memotong rumput, mengecat ruang kelas, dan memungut sampah.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa sanksi apapun boleh diberikan asalkan tidak melibatkan kekerasan fisik. Ia menyoroti bahwa risiko dari kekerasan di sekolah jauh lebih berbahaya daripada manfaatnya.

Bentuk Hukuman Mendidik ala Dedi Mulyadi

Berikut adalah beberapa alternatif hukuman untuk siswa nakal yang diusulkan oleh Gubernur Jabar:

  • Membersihkan sampah di lingkungan sekolah.
  • Memotong atau membabat rumput.
  • Mengecat ruang kelas atau fasilitas sekolah.
  • Membantu tugas administrasi guru.
  • Latihan mengerjakan soal matematika bagi yang lemah di pelajaran tersebut.

"Sanksinya gampang saja, bersihin sampah, babat rumput, ngecat ruang kelas, bantuin guru nulis. Anak lemah matematika, ya sanksinya latihan matematika setiap hari sampai bisa. Itu mendidik, bukan menyakiti," ujar Dedi Mulyadi.

Rehabilitasi untuk Siswa Perokok

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi juga menyoroti perilaku menyimpang seperti merokok di kalangan pelajar. Ia menyarankan agar siswa yang merokok diarahkan ke program rehabilitasi, bukan diberikan hukuman fisik.

Menurutnya, dana bagi hasil pajak rokok di setiap kabupaten dan kota dapat dialokasikan untuk program rehabilitasi ini.

Latar Belakang Usulan Hukuman Tanpa Kekerasan

Usulan Dedi Mulyadi ini muncul setelah viralnya kasus seorang guru di SMP Negeri 2 Jalancagak, Kabupaten Subang, yang menampar seorang siswa karena ketahuan bolos dan melompat pagar sekolah. Insiden tersebut memicu polemik antara guru dan orang tua siswa.

Guru yang bersangkutan, Rana Saputra, kemudian menyatakan penyesalan dan berkomitmen untuk mengubah cara pendisiplinannya. Ia menyatakan akan menerapkan sanksi kerja sosial seperti yang diarahkan oleh Gubernur Dedi Mulyadi ke depannya.

Dengan usulan ini, Dedi Mulyadi berharap muruah guru tetap dihargai, namun disiplin dapat ditegakkan tanpa harus menyakiti siswa secara fisik.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar