Seorang camat di Boyolali dilaporkan mengirimkan video bugil kepada mantan karyawannya melalui WhatsApp. Korban, TA (19), yang sebelumnya bekerja sebagai penjaga toko roti milik camat tersebut, mengaku syok dan merasa dilecehkan setelah menerima dua kiriman video pada 30 Maret 2026.
Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali, M Syawaludin, membenarkan kejadian itu. Pihaknya telah memanggil camat tersebut untuk klarifikasi melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
"Iya, kemarin BKPSDM sudah memanggil yang bersangkutan," ujar Syawaludin, Selasa (7/7/2026).
Namun, Syawaludin menegaskan bahwa tidak ada unsur kekerasan seksual dalam kasus ini. Menurutnya, kejadian itu murni karena kelalaian salah kirim.
"Bukan kekerasan ya. Aduannya memang salah kirim. Setelah dipanggil, yang bersangkutan bersama pelapor menyampaikan bahwa itu salah kirim," jelasnya.
TA menuturkan, video itu ia terima sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam video tersebut, sang camat terlihat sendirian dan memperlihatkan alat vitalnya.
"Tiba-tiba beliau ngirimin video dua kali. Siang-siang sekitar jam 12-an. Saya buka videonya itu, videonya beliau sendiri, video porno," kata TA.
Ia mengaku sempat menunggu konfirmasi dari camat hingga malam hari. Karena tidak ada pesan masuk, ia memilih memblokir nomor tersebut.
"Saya nunggu dia konfirmasi, apa karena salah kirim atau gimana. Lha itu enggak chat sama sekali sampai malam. Nah, malamnya saya blokir nomornya," ujarnya.
TA kemudian melaporkan kejadian itu ke Pemerintah Kabupaten Boyolali. Namun, sebelum mediasi, ia justru mendapat ancaman dan diminta meminta maaf kepada camat.
"Sebelum mediasi beliau malah ngancam. Saya suruh minta maaf ke beliau. Katanya saya jelek-jelekin masalah gaji," ungkap TA.
TA mengaku ketakutan dan merasa dilecehkan. "Ya takut. Orang yang saya kenal baik, tiba-tiba dikirimi video itu ya kaget. Merasa dilecehkan banget," pungkasnya.
Artikel Terkait
Camat di Boyolali Dilaporkan ke Bupati karena Kirim Video Tak Senonoh ke Mantan Karyawati