Nama Sri Mulyani kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, bukan karena kebijakan fiskal atau anggaran negara, melainkan sebuah langkah baru di panggung global: mantan Menteri Keuangan itu resmi bergabung dengan Gates Foundation. Penunjukan ini, bisa dibilang, membuka babak segar dalam perjalanan panjang kariernya di dunia ekonomi dan kebijakan publik.
Melalui laman resminya, yayasan filantropi raksasa itu mengumumkan Sri Mulyani masuk dalam jajaran Governing Board. Intinya, ia bakal membantu mengelola dana abadi yayasan yang nilainya fantastis itu. Tugasnya tentu tidak main-main: memastikan setiap dolar dikelola dengan optimal untuk mendukung program-program kemanusiaan selama dua dekade mendatang.
Lantas, apa yang membuat sosok Sri Mulyani begitu diperhitungkan?
Menurut sejumlah analis, pengalamannya yang sangat panjang dan variatif menjadi kunci. Dari ruang kuliah, kabinet pemerintahan, hingga lembaga keuangan internasional, semua bekal itu dinilai bakal membawa perspektif segar untuk tata kelola yayasan. Gates Foundation sendiri berharap kehadirannya dapat memperluas dampak mereka, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai belahan dunia.
Nah, buat yang belum terlalu familiar, Gates Foundation atau Bill & Melinda Gates Foundation ini bukan yayasan biasa. Didirikan tahun 2000, yayasan ini adalah salah satu yang terbesar di dunia. Fokus utamanya pada isu-isu kesehatan global, pengentasan kemiskinan, dan pendidikan.
Setiap tahun, dana miliaran dolar AS digelontorkan. Sumber dananya? Sebagian besar dari kekayaan Bill Gates dan Melinda French Gates sendiri, ditambah kontribusi legendaris dari investor Warren Buffett. Mereka punya lebih dari 1.600 karyawan yang tersebar di berbagai negara, dan dikenal sebagai donor penting bagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kembali ke Sri Mulyani, perannya di yayasan ini bersifat sangat strategis. Ia akan terlibat dalam menentukan arah kebijakan, menetapkan prioritas program, dan tentu saja, mengawasi penggunaan dana agar tepat sasaran dan berkelanjutan. Isu seperti kesehatan global dan pengurangan kemiskinan akan menjadi perhatian utamanya.
CEO Gates Foundation, Mark Suzman, menyambut baik kedatangannya.
Artikel Terkait
Gaya Hidup Mewah di Instagram, Jerat Rp 3 Miliar untuk Korban Akademi Crypto
Polisi Sikat Raja Curanmor Palembang dengan Penyamaran Badut Doraemon
Di Balik Banjir, Teror di Tenda Pengungsian: Pelecehan Seksual Ancam Perempuan Korban
Gaya Hidup Mewah Timothy Ronald Jadi Pintu Jerat Korban Akademi Kripto