Kasus penculikan dan pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho, bocah enam tahun dari Pesanggrahan, akhirnya terungkap. Yang mengejutkan, pelaku keji itu ternyata adalah AI, ayah tirinya sendiri.
Polisi berhasil menangkap sang tersangka di kediamannya di Tangerang, Banten, Jumat lalu. Setelah penangkapan, proses pemeriksaan pun dimulai di Polres Metro Jakarta Selatan. Namun, situasi berubah tragis. Di tengah proses hukum itu, tersangka justru ditemukan tewas.
Menurut Kombes Pol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, insiden itu terjadi dini hari Minggu. Saat itu, AI sedang dititipkan di ruang konseling.
"Kami luruskan ke rekan-rekan media," kata Budi di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11). "Tersangka mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di ruangan konseling."
Pemilihan ruang konseling sebagai tempat penempatan sementara bukan tanpa alasan. Polisi beralasan bahwa tersangka dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan medis. Makanya, dia belum sempat dimasukkan ke sel tahanan.
Kronologi sebelum peristiwa itu cukup panjang. Budi mengisahkan, tersangka sempat mengajukan permohonan untuk ke toilet. Alasannya, dia buang air besar di celananya sekitar pukul enam pagi, hari Minggu. Polisi pun memberinya celana panjang pengganti.
Artikel Terkait
Ayah Prada Lucky Diamankan di Pelabuhan, Istri Laporkan KDRT
Janji P3K Berujung Pengkhianatan: Suami Nikahi Rekan Kerja Saat Istri Rawat Ibu Sakit
Tragedi di Minneapolis: Seorang Ibu Tewas Ditembak ICE, Video Bantah Klaim Pembelaan Diri
Gagal Tes Pramugari, Wanita Ini Nekat Terbang Pakai Seragam Palsu