Ayah Tiri Alvaro Tewas Gantung Diri di Ruang Konseling Polres

- Senin, 24 November 2025 | 23:25 WIB
Ayah Tiri Alvaro Tewas Gantung Diri di Ruang Konseling Polres
Kasus Alvaro: Ayah Tiri Tersangka Tewas Gantung Diri di Polres

Kasus penculikan dan pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho, bocah enam tahun dari Pesanggrahan, akhirnya terungkap. Yang mengejutkan, pelaku keji itu ternyata adalah AI, ayah tirinya sendiri.

Polisi berhasil menangkap sang tersangka di kediamannya di Tangerang, Banten, Jumat lalu. Setelah penangkapan, proses pemeriksaan pun dimulai di Polres Metro Jakarta Selatan. Namun, situasi berubah tragis. Di tengah proses hukum itu, tersangka justru ditemukan tewas.

Menurut Kombes Pol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, insiden itu terjadi dini hari Minggu. Saat itu, AI sedang dititipkan di ruang konseling.

"Kami luruskan ke rekan-rekan media," kata Budi di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11). "Tersangka mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di ruangan konseling."

Pemilihan ruang konseling sebagai tempat penempatan sementara bukan tanpa alasan. Polisi beralasan bahwa tersangka dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan medis. Makanya, dia belum sempat dimasukkan ke sel tahanan.

Kronologi sebelum peristiwa itu cukup panjang. Budi mengisahkan, tersangka sempat mengajukan permohonan untuk ke toilet. Alasannya, dia buang air besar di celananya sekitar pukul enam pagi, hari Minggu. Polisi pun memberinya celana panjang pengganti.

"Awalnya dia pakai celana pendek dari penyidik, karena aturannya memang tidak boleh pakai celana panjang," jelas Budi. "Tapi karena celana pendek itu kotor, dia minta diganti dengan celana panjang."

Celana panjang itulah yang kemudian dipakainya untuk melakukan aksi gantung diri. Polisi kemudian menemukan jenazahnya tergantung di ruang konseling.

Di sisi lain, tim forensik pun turun tangan. Dokter Farah P Kuarow dari RS Polri Kramat Jati menyebut, pihaknya menerima permintaan visum pada hari yang sama sekitar pukul 11.00 WIB.

"Kami menemukan luka lecet tekan yang melingkari leher. Polanya sesuai dengan kasus gantung diri," ujar Farah.

Dia menambahkan, tidak ada tanda-tanda kekerasan lain di permukaan tubuh jenazah. Temuan ini semakin menguatkan dugaan bahwa tidak ada perlakuan kasar dari pihak lain sebelum kematiannya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar