Spanduk Misterius Tuding Kepala Sekolah di Pekalongan Perebut Istri Orang

- Jumat, 21 November 2025 | 10:45 WIB
Spanduk Misterius Tuding Kepala Sekolah di Pekalongan Perebut Istri Orang

Suasana di sebuah SD Negeri di Kota Pekalongan mendadak berubah riuh. Penyebabnya, sebuah spanduk berisi tuduhan serius terhadap kepala sekolah mereka terpampang jelas di gerbang sekolah. Isinya? Tuduhan bahwa sang kepala sekolah disebut sebagai "pebinor" istilah lokal untuk perebut bini orang.

Spanduk putih bertulisan hitam itu langsung menjadi perbincangan hangat. "Bermodal Tampan Berbadan Atletis Oknum Kepala Sekolah Sering Merusak Rumah tangga Orang Lain," begitu tulisannya, disertai kalimat dalam bahasa Jawa yang tak kalah pedas.

Menurut sejumlah saksi, tulisan itu juga menyebut sang kepala sekolah kerap meminjamkan uang kepada wanita yang diduga menjadi selingkuhannya. Akibatnya, anak-anak dari hubungan itu disebut menjadi korban, berakhir sebagai anak broken home. "Dikeloni dan Diutangi Duit'e. Kasihan Anak-anak Korban Selingkuhane Menjadi Anak Broken Home," tulis spanduk tersebut.

Di bagian akhir, pemasang spanduk menuntut penurunan jabatan. "TURUNKAN KEPALA SEKOLAH BERMENTAL BOBROK," tuntutnya dengan huruf kapital semua.

Tak butuh waktu lama bagi foto spanduk itu untuk menyebar. Dalam hitungan jam, unggahan mengenai insiden ini sudah membanjiri linimasa Instagram warga Pekalongan.

Merespon viralnya kejadian ini, Dinas Pendidikan Kota Pekalongan langsung bergerak. Plt Kepala Dindik Kota Pekalongan, Mabruri, mengaku pihaknya telah mendatangi sekolah untuk meminta penjelasan langsung. Namun, siapa dalang di balik pemasangan spanduk itu masih menjadi misteri.

"Tidak ada satu pun yang mengetahui soal spanduk itu," ujar Mabruri. "Tidak terlihat kapan dipasang, tidak tahu kapan dilepas, bahkan penjaga sekolah yang datang paling pagi pun tidak menemukannya."

Ia menambahkan, "Jadi ini benar-benar spanduk misterius."

Di sisi lain, warga sekitar juga mengaku kebingungan. Alimin (53), warga RT 04 RW 03 Kalibaros yang rumahnya paling dekat dengan sekolah, mengaku tidak ada yang melihat proses pemasangan.

"Lingkungan sini memang sepi, jalannya juga sepi," jelas Alimin. "Pada Sabtu pekan lalu di sekolah ada kegiatan sampai sore hari, Minggu di sebelah SD ada acara hajatan, jadi warga ramai di situ. Tapi soal pemasangan spanduk, tidak ada yang mengetahui."

Yang menarik, banyak warga justru mengetahui keberadaan spanduk tersebut dari media sosial, bukan dari melihat langsung. Spanduk itu pertama kali diketahui setelah penjaga sekolah melaporkannya pada Senin pagi sekitar pukul 10.00.

"Saya juga baru dengar tadi dari penjaga sekolah, lalu melihat dari di Instagram," tandas Alimin.

Sampai saat ini, siapa yang memasang spanduk kontroversial itu masih menjadi teka-teki. Dinas Pendidikan sendiri masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kebenaran tuduhan dalam spanduk tersebut.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar