Tiga ABK Indonesia Korban Kebakaran Kapal di Pakistan Segera Dipulangkan

- Senin, 20 April 2026 | 03:15 WIB
Tiga ABK Indonesia Korban Kebakaran Kapal di Pakistan Segera Dipulangkan

Kabar baik datang dari Karachi. Tiga anak buah kapal asal Indonesia, yang selamat dari musibah kebakaran hebat di kapal MV Gold Autumn, akhirnya bisa segera pulang ke rumah. Pemulangan mereka difasilitasi oleh Konsulat Jenderal RI di kota pelabuhan Pakistan itu.

“Tiga ABK WNI dijadwalkan kembali ke Indonesia dari Karachi pada 18 April 2026, dan diperkirakan tiba di Tanah Air pada 19 April 2026,”

Demikian disampaikan KJRI Karachi dalam keterangannya, Minggu (19/4). Rencana itu bukan proses instan. Sejak 10 April, konsulat sudah turun tangan memberikan pendampingan penuh. Mereka membantu urusan dokumen yang kacau balau pasca-insiden menerbitkan paspor pengganti, mengurus surat kehilangan, dan lain-lain. Pokoknya, segala keperluan administrasi yang rumit itu dipermudah.

Tak cuma urusan kertas. KJRI juga memastikan kebutuhan dasar ketiga korban selama terdampar di Karachi terpenuhi. Mereka tetap dirawat dan diperhatikan.

Di sisi lain, koordinasi dengan Jakarta juga digenjot. Perwakilan di Karachi itu terus berkomunikasi dengan Direktorat Pelindungan WNI di Kemlu dan pihak-pihak terkait. Tujuannya satu: memastikan perjalanan pulang mereka aman dan lancar. Hak-hak para ABK juga terus diawal.

Ledakan Misterius di Tengah Laut

Kesempatan ini juga dipakai KJRI untuk mengingatkan. Kepada seluruh WNI, terutama yang bekerja di kapal-kapal, disarankan untuk menyimpan salinan digital dokumen penting. Simpan juga nomor kontak darurat. Kalau ada masalah, jangan ragu untuk segera menghubungi perwakilan RI terdekat.

Lalu, bagaimana sebenarnya kronologi insidennya? Kapal MV Gold Autumn dilaporkan mengalami ledakan dahsyat yang memicu kebakaran. Saat itu, kapal sedang dalam pelayaran dari Shanghai menuju Oman.

Lokasinya cukup jauh sekitar 200 mil laut atau 370 kilometer lepas pantai Pakistan. Kapal berbendera Panama yang dioperasikan perusahaan Tiongkok itu langsung jadi neraka di tengah laut.

Soal penyebabnya? Masih gelap. Menurut Direktorat Pelindungan WNI, investigasi oleh otoritas setempat masih terus berjalan. Misteri yang belum terpecahkan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar