Meski mengalami musibah, Ahmad Sahroni menyatakan komitmen kuatnya untuk tetap tinggal di lingkungan Tanjung Priok. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan via YouTube pada Kamis, 13 November 2025, ia menegaskan tidak ada rencana untuk pindah. Sahroni bertekad membangun ulang rumahnya dengan struktur yang lebih kuat dan lebih tahan untuk mengantisipasi risiko serupa di masa depan.
"Iya, mau gue robohin saja karena sudah enggak oke. Jadinya, gue robohin," ujar Sahroni mengenai alasannya. Ia menambahkan, "Rumah yang gue bangun nanti akan lebih kuat."
Proses Awal Pembongkaran dan Silaturahmi dengan Warga
Sebelum proses pembongkaran dimulai, Ahmad Sahroni telah menggelar silaturahmi dan doa bersama yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, ketua RT, RW, serta warga sekitar. Momen ini ia jadikan sebagai bentuk penerimaan atas keadaan dan tekad untuk menata ulang kehidupannya di lingkungan tersebut. Ia memilih untuk berdamai dan melanjutkan hidup secara positif.
Dengan nada ringan, Sahroni juga menyelipkan humor mengenai mobilnya yang rusak, "Nanti mobil gue ditaruh di dinding," ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan sisi optimistisnya dalam menghadapi situasi sulit ini.
Keputusan Ahmad Sahroni untuk merobohkan dan membangun kembali rumahnya menandai babak baru dan keteguhan hatinya untuk bangkit dari musibah yang menimpanya.
Artikel Terkait
Prabowo Jelaskan Alasan Tak Tetapkan Bencana Nasional untuk Aceh dan Sumatera
Sayap Pesawat Terbang Terbawa Angin Puting Beliung, Kemenhub: Itu Sudah Bukan Aset Negara
Antrean Panjang di Ragunan, Liburan Murah yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Roy Kiyoshi Diperlihatkan Mimpi Buruk: Air Raksasa Ancam 2026