Alasan Ahmad Sahroni Robohkan Total Rumahnya di Tanjung Priok Pasca Penjarahan
Politisi dan publik figur Ahmad Sahroni memutuskan untuk merobohkan total rumah pribadinya yang berlokasi di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Keputusan ini diambil menyusul insiden penjarahan dan perusakan yang terjadi pada akhir Agustus 2025 lalu, yang menyebabkan bangunan mengalami kerusakan struktural parah.
Kondisi Rumah Pasca Insiden Penjarahan
Insiden penjarahan yang terjadi pada Sabtu, 30 Agustus 2025, menyebabkan kerusakan signifikan pada properti Ahmad Sahroni. Laporan menyebutkan pagar rumah jebol, mobil mewah merek Lexus rusak, serta sejumlah barang berharga seperti jam tangan mewah Richard Mille dan koleksi patung Iron Man hilang. Kondisi bangunan setelah kejadian dinilai sudah tidak aman dan tidak layak huni, sehingga merobohkannya dianggap sebagai langkah terbaik.
Putusan MKD dan Status Non-Aktif Ahmad Sahroni
Keputusan merobohkan rumah ini juga terjadi di tengah situasi politik Ahmad Sahroni. Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI memutuskan untuk menon-aktifkannya sebagai anggota DPR RI selama periode 6 bulan. Putusan ini dibacakan pada Rabu, 5 November 2025, dimana Sahroni terbukti melanggar kode etik. Sanksi ini turut mempengaruhi dinamika kehidupannya pada periode tersebut.
Komitmen Tetap Tinggal dan Membangun Kembali
Meski mengalami musibah, Ahmad Sahroni menyatakan komitmen kuatnya untuk tetap tinggal di lingkungan Tanjung Priok. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan via YouTube pada Kamis, 13 November 2025, ia menegaskan tidak ada rencana untuk pindah. Sahroni bertekad membangun ulang rumahnya dengan struktur yang lebih kuat dan lebih tahan untuk mengantisipasi risiko serupa di masa depan.
"Iya, mau gue robohin saja karena sudah enggak oke. Jadinya, gue robohin," ujar Sahroni mengenai alasannya. Ia menambahkan, "Rumah yang gue bangun nanti akan lebih kuat."
Proses Awal Pembongkaran dan Silaturahmi dengan Warga
Sebelum proses pembongkaran dimulai, Ahmad Sahroni telah menggelar silaturahmi dan doa bersama yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, ketua RT, RW, serta warga sekitar. Momen ini ia jadikan sebagai bentuk penerimaan atas keadaan dan tekad untuk menata ulang kehidupannya di lingkungan tersebut. Ia memilih untuk berdamai dan melanjutkan hidup secara positif.
Dengan nada ringan, Sahroni juga menyelipkan humor mengenai mobilnya yang rusak, "Nanti mobil gue ditaruh di dinding," ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan sisi optimistisnya dalam menghadapi situasi sulit ini.
Keputusan Ahmad Sahroni untuk merobohkan dan membangun kembali rumahnya menandai babak baru dan keteguhan hatinya untuk bangkit dari musibah yang menimpanya.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor