Di sisi lain, Ferry mengakui kalau proses cek kaki-kaki konvensional itu merepotkan. Perlu waktu lama karena harus bongkar-pasang. Alhasil, banyak pemilik mobil yang malas ke bengkel.
katanya menjelaskan.
Caranya gimana? Alat itu bekerja dengan menggetarkan roda mobil pakai platform khusus, mensimulasikan kondisi jalan tidak rata. Teknologinya diklaim bisa identifikasi kelonggaran pada suspensi dengan akurasi hingga 99%, sekaligus memungkinkan teknisi melihat pergerakan komponen secara detail. Kerusakan kecil yang biasanya luput dari pemeriksaan manual pun bisa ketahuan.
Beberapa bagian yang bisa dicek antara lain ball joint, tie rod, rack steer, bushing arm, stabilizer link, shock absorber, sampai lower arm.
tutup Ferry.
Selain urusan kaki-kaki, jangan lupa juga untuk mengecek komponen vital lainnya. Rem, tekanan dan kondisi ban, sistem pendingin mesin, plus oli dan cairan kendaraan harus dipastikan dalam keadaan baik. Pencegahan selalu lebih baik dan lebih hemat daripada memperbaiki kerusakan di tengah perjalanan.
Artikel Terkait
Bugatti Luncurkan Sepeda Rp400 Juta, Lebih Mahal dari Toyota Corolla
Menteri Kesehatan Ingatkan Cara Pakai Bantal Leher yang Benar Saat Mudik
Stellantis dan Indomobil Bawa Merek Listrik Leapmotor ke Indonesia Tahun Depan
Rafka Bawa Dendam dan Ancaman Maut di Episode Terbaru Mencintai Ipar Sendiri