Pemerintah Genjot Daya Saing Nasional dengan Ekosistem Bisnis Kondusif
Pemerintah Indonesia secara aktif memperkuat daya saing nasional di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis. Upaya ini difokuskan pada pengembangan ekosistem bisnis yang kondusif dan inovatif melalui berbagai program stimulus bagi pelaku usaha.
Strategi Pemerintah untuk Penguatan Ekosistem Usaha
Staf Ahli Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Kementerian Keuangan, Arief Wibisono, menyampaikan komitmen ini dalam acara Quorum 4.0 di Jakarta. Forum yang diinisiasi Qverse dan Init-6 Venture Capital ini membahas optimalisasi peran emerging enterprise dari perspektif pemerintah.
Pilar Penting Produktivitas Nasional Menurut McKinsey
Phillia Wibowo, Partner McKinsey Asia Tenggara, bersama Indiana Jusi, Engagement Manager McKinsey, mengungkapkan bahwa produktivitas nasional tidak hanya bergantung pada modal finansial. Lima pilar kunci meliputi:
- Human capital
- Institutional capital
- Infrastructure capital
- Entrepreneurial capital
- Financial capital
"Indonesia perlu membangun organisasi adaptif dan tenaga kerja dengan high-income skills untuk menciptakan nilai ekonomi lebih tinggi," tegas Phillia.
Potensi Indonesia di Mata Investor Global
Managing Director Investment Danantara, Stefanus Ade Hadiwidjaja, mengungkapkan optimisme investor global terhadap Indonesia. "Potensi pasar middle class, demografi domestik, dan populasi anak muda yang besar harus menjadi optimisme bagi founders dan pelaku usaha," ujarnya.
Namun, Stefanus menekankan pentingnya bisnis yang solid, tata kelola transparan, dan kemampuan perusahaan untuk berkembang berkelanjutan.
Peran Vital Emerging Enterprise dalam Pertumbuhan Ekonomi
Quorum 4.0 mengusung tema "Positioning Emerging Enterprise in The Era of Industrial Growth". Tema ini menyoroti peran krusial emerging enterprise sebagai penggerak ekonomi melalui:
- Dorongan efisiensi dan produktivitas nasional
- Penciptaan lapangan pekerjaan
- Inovasi peningkatan kualitas hidup
- Dukungan transformasi industri, hilirisasi, dan digitalisasi
Ekosistem Kolaboratif untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
CEO Qverse, Gena Bijaksana, menegaskan bahwa menghadapi tantangan industri memerlukan ekosistem kolaboratif. "Pemerintah, investor, dan pelaku usaha harus tumbuh bersama menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Indonesia di Pot Terendah Undian Piala Asia 2027, Berpeluang Kembali Hadapi Jepang dan Irak
Pelatih Timnas U-17 Instruksikan Pemain Tak Berpuas Diri Usai Kalahkan China, Fokus Hadapi Qatar
Mahfud MD: Polri Harus Tinggalkan Budaya Militeristik Menuju Polisi Sipil yang Humanis
Polisi Buka Posko DVI di RSUD Lubuklinggau untuk Identifikasi 16 Korban Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk Tangki di Musi Rawas Utara