Kemenhub dan KNKT Pastikan Kebakaran Jetour T2 Akibat Dampak Sekunder Kecelakaan

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 08:00 WIB
Kemenhub dan KNKT Pastikan Kebakaran Jetour T2 Akibat Dampak Sekunder Kecelakaan

Analisis mendalam dari tim teknis mengungkap bahwa kecelakaan yang terjadi adalah tabrakan samping, bukan dari belakang. Benturan dengan kekuatan ekstrem itu menyebabkan kerusakan parah pada roda depan dan belakang di sisi kiri. Kondisi inilah yang diduga memicu gesekan langsung antara bagian bawah kendaraan dengan permukaan jalan aspal.

Gesekan berkelanjutan inilah yang kemudian memunculkan api, menjadikan kebakaran sebagai konsekuensi lanjutan dari benturan keras, bukan sebagai penyebab awal insiden.

Komitmen Produsen Terhadap Standar Keselamatan

President Director PT Jetour Sales Indonesia, Peter Zhang, menegaskan komitmen perusahaan untuk menyelidiki insiden secara transparan dan berbasis fakta. Ia memastikan bahwa evaluasi teknis menunjukkan kinerja optimal sistem keselamatan yang berhasil melindungi pengendara dalam kejadian tersebut.

“Sejak awal kami berkomitmen menelaah insiden ini secara teknis, terbuka, dan berbasis fakta. Hasil investigasi menunjukkan bahwa sistem keselamatan kendaraan bekerja sesuai standar yang berlaku. Keselamatan konsumen merupakan prioritas utama kami dan kami akan terus memastikan setiap produk Jetour memenuhi regulasi dan standar kualitas tertinggi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Peter Zhang menyatakan perusahaan akan terus melakukan evaluasi berkelanjutan dan menjaga komunikasi yang transparan dengan publik. Secara teknis, produk Jetour disebut telah memenuhi berbagai standar keselamatan internasional yang relevan, seperti ASEAN NCAP dan sejumlah regulasi ECE, yang menjadi acuan di pasar global.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar