"Teknologi PHEV ini di pasar luar sudah dianggap sebagai EV. Kami punya paten dan kepemilikan penuh atas tipe produknya. Jadi, bukan hal yang mustahil kami bawa ke Indonesia, entah dalam waktu dekat atau jangka panjang," tuturnya lagi.
Di sisi lain, fakta menunjukkan pasar hybrid di Indonesia memang sedang naik daun. Karakter konsumen di sini dinilai cocok dengan kendaraan jenis itu. BYD sendiri secara global punya banyak pilihan, seperti Qin L DM-i, Atto 2 DM-i, hingga Sealion 6 yang baru merambah Jepang.
Luther menutup dengan nada optimis. Ia meyakinkan bahwa pencapaian penjualan saat ini bukanlah akhir dari segalanya.
"Dengan teknologi canggih yang kami miliki, kami masih akan membawa inovasi yang lebih mutakhir lagi tahun depan," pungkasnya.
Jadi, meski fokus tetap pada EV, pintu untuk hybrid terbuka lebar. Tinggal tunggu waktu saja.
Artikel Terkait
Mitsubishi Destinator Gempur Pasar SUV dengan Konektivitas Cerdas
IIMS 2026 Bakal Lebih Meriah, 180 Brand Ramaikan Kemayoran
AHM Buka Servis Gratis dan Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir-Longsor di Sumatera
Dari Bensin ke Listrik: Kisah Driver Ojol yang Hemat Rp 45 Ribu Sehari