Kisah Hikmat Ramdani: Dari Cedera Hingga Raih Emas Paralimpiade Paris 2024
Hikmat Ramdani adalah seorang atlet bulu tangkis atau badminton Indonesia yang memiliki perjalanan inspiratif. Sejak kecil, ia telah menekuni dunia bulu tangkis dengan tekad bulat untuk menjadi yang terbaik.
Ia berlatih keras selama tiga tahun sejak kelas 2 SD. Namun, mimpi besarnya nyaris hancur saat duduk di kelas 5, ketika ia mengalami kecelakaan motor yang menyebabkan pinggulnya copot dan kaki kanannya cacat.
Insiden itu memaksanya berhenti dari olahraga yang dicintainya selama dua tahun. Namun, semangatnya kembali bangkit setelah ia mengenal NPC (National Paralympic Committee) Indonesia dan memutuskan untuk berkarier di kelas bulu tangkis disabilitas.
Di bangku SMA, Hikmat mulai mencatatkan prestasi gemilang. Ia meraih dua medali emas di Kejurnas 2016 di Bandung. Pada 2017, ia kembali menyumbang dua medali emas di Asian Youth Paragame di Dubai, yang kemudian mengantarnya ke Pelatnas hingga sekarang.
Dukungan Ibu dan Kemenangan di Paralimpiade Paris 2024
Perjuangan Hikmat membuahkan hasil tertinggi saat ia memenangkan medali emas di Paralimpiade Paris 2024, berpasangan dengan Leani Ratri pada nomor ganda campuran. Ia mengungkapkan kebanggaan yang mendalam saat menyaksikan bendera Merah Putih berkibar dalam ajang tersebut.
Hikmat menyebut bahwa motivasi terbesarnya datang dari dukungan ibunya. Dorongan untuk bangkit dan membuktikan diri menjadi kunci kesuksesannya. Ia ingin kisahnya dapat memotivasi orang lain, terutama para penyandang disabilitas, untuk tidak pernah menyerah.
Target di Polytron Indonesia Para Badminton International 2025
Kini, Hikmat Ramdani terus berkompetisi dan turut serta dalam Polytron Indonesia Para Badminton International 2025. Ia turun di tiga kategori sekaligus: MD SL3, XD SL3, dan MS SL4.
Hikmat menyambut positif penyelenggaraan turnamen level Grade 2 Level 1 oleh BWF ini, termasuk hadiah total uang sebesar 15.000 dolar AS yang semakin memacu semangat para atlet.
Untuk turnamen ini, Hikmat menargetkan minimal satu medali emas, khususnya pada nomor ganda campuran bersama Leani Ratri. Ia optimistis dapat kembali mengulang kesuksesan dan mengharumkan nama Indonesia di kancah olahraga disabilitas dunia.
Artikel Terkait
Pesta Padel dan Gelak Tawa Warnai HUT ke-9 kumparan
Wali Kota Makassar Pelajari Tata Kelola JIS untuk Wujudkan Stadion Untia yang Mandiri
Deadline Transfer Menipis, Sergio Castel Jadi Solusi Persib?
Liverpool Incar Bek PSV Berdarah Indonesia untuk Perkuat Lini Belakang