Perjuangan Hikmat membuahkan hasil tertinggi saat ia memenangkan medali emas di Paralimpiade Paris 2024, berpasangan dengan Leani Ratri pada nomor ganda campuran. Ia mengungkapkan kebanggaan yang mendalam saat menyaksikan bendera Merah Putih berkibar dalam ajang tersebut.
Hikmat menyebut bahwa motivasi terbesarnya datang dari dukungan ibunya. Dorongan untuk bangkit dan membuktikan diri menjadi kunci kesuksesannya. Ia ingin kisahnya dapat memotivasi orang lain, terutama para penyandang disabilitas, untuk tidak pernah menyerah.
Target di Polytron Indonesia Para Badminton International 2025
Kini, Hikmat Ramdani terus berkompetisi dan turut serta dalam Polytron Indonesia Para Badminton International 2025. Ia turun di tiga kategori sekaligus: MD SL3, XD SL3, dan MS SL4.
Hikmat menyambut positif penyelenggaraan turnamen level Grade 2 Level 1 oleh BWF ini, termasuk hadiah total uang sebesar 15.000 dolar AS yang semakin memacu semangat para atlet.
Untuk turnamen ini, Hikmat menargetkan minimal satu medali emas, khususnya pada nomor ganda campuran bersama Leani Ratri. Ia optimistis dapat kembali mengulang kesuksesan dan mengharumkan nama Indonesia di kancah olahraga disabilitas dunia.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Podium Perdana Indonesia di Moto3 Brasil
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Naik Podium MotoGP
Mario Suryo Aji Akhirnya Kantongi Poin Pertama di Moto2 2026
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Raih Podium Perdana Moto3 di Brasil