"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa kebenaran berita sebelum membagikan atau mempercayainya. Jangan mudah terprovokasi oleh potongan video yang beredar di media sosial tanpa konteks yang jelas," tegas Aiman dalam pernyataannya.
Pihak iNews juga meminta masyarakat agar mengandalkan sumber informasi resmi dan kredibel, terutama dalam isu-isu yang menyangkut tokoh publik atau lembaga nasional seperti PSSI. Penyebaran berita palsu dinilai tidak hanya menyesatkan, tetapi juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi reputasi dan kepercayaan publik terhadap institusi resmi.
Klarifikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan publik terhadap konten digital yang berpotensi menyesatkan. Di tengah maraknya penyebaran hoaks di media sosial, literasi digital masyarakat semakin penting untuk menjaga keakuratan informasi di ruang publik.
Artikel Terkait
Verstappen Gagal Total di Sprint Race Shanghai, Red Bull Terpuruk
Media Italia Soroti Idzes dan Audero Jelang FIFA Series 2026
Persib Pererat Hubungan dengan Sponsor Lewat Buka Puasa Bersama
Putri Kusuma Wardani Amankan Tiket Final Swiss Open Usai Kalahkan Nozomi Okuhara