Pemain senior Persija ini mengungkapkan bahwa pemain muda perlu memiliki mental baja dan daya juang tinggi untuk menghadapi tekanan dan persaingan di lapangan.
Aris membahas kenangan emosional saat Persija berhasil mengalahkan PSM di Makassar, menggambarkan semangat tinggi Jack Mania yang mendukung tim bahkan saat main dengan 10 pemain.
Dalam suasana tertawa, Aris mengungkapkan bagaimana Jack Mania membangun tenda di luar stadion dan memberikan semangat ekstra kepada pemain, membuatnya merasa tidak sendirian.
Baca Juga: Liverpool Gasak Newcastle United 4-2, The Reds Nyaman di Puncak Klasemen Premier League
Legenda Persija ini juga berbagi cerita tentang pemain-pemain yang ia rekrut, seperti Fandi dan Gading Hardika, yang memiliki dedikasi tinggi terhadap klub.
Aris memaparkan perbedaan sistem pembinaan pemain antara Indonesia dan liga Eropa, menyoroti kekurangan jenjang pembinaan yang menyebabkan pemain mudah hilang.
Melalui obrolan hangat, Aris memberikan apresiasi untuk Jack Mania, berharap mereka semakin besar, solid, dan fanatik, tetapi juga cerdas dalam mendukung tim.
Dalam konteks pembinaan pemain, Aris Indarto mengungkapkan perannya dalam SSB Macan Kemayoran, yang mencoba memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk berkembang.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianterbit.com
Artikel Terkait
Sugiono Terpilih Aklamasi Pimpin IPSI, Erick Thohir Dorong Pencak Silat Go Internasional
Prabowo Minta Maaf Gagal Bawa Pencak Silat ke Olimpiade, Serahkan Estafet ke Sugiono
Timnas Futsal Indonesia Runner-up Piala AFF 2026, Takluk 1-2 dari Thailand
Genoa Menang Dramatis 2-1 Atas Sassuolo dalam Laga Penuh Insiden