FIFA Buka Penyelidikan Keributan Final Piala Dunia, Sejumlah Pemain Argentina dan Spanyol Terancam Sanksi

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 05:30 WIB
FIFA Buka Penyelidikan Keributan Final Piala Dunia, Sejumlah Pemain Argentina dan Spanyol Terancam Sanksi

Komisi Disiplin FIFA resmi membuka penyelidikan terhadap sejumlah pemain dan staf pelatih terkait keributan yang terjadi usai laga final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol. Nama-nama seperti Leandro Paredes, Nahuel Molina, Thiago Almada, Roberto Ayala, serta pemain Spanyol, Gavi, ikut terseret dalam investigasi ini.

Berdasarkan laporan yang beredar, FIFA memproyeksikan sanksi berat berupa larangan bertanding dalam tiga laga untuk Paredes dan Molina. Hukuman serupa juga mengancam Roberto Ayala, anggota staf pelatih Argentina, akibat perselisihannya dengan Dani Olmo. Sementara itu, Thiago Almada dan Gavi diperkirakan hanya menerima sanksi minimal berupa larangan bertanding satu laga.

Paredes, Molina, dan Ayala diselidiki atas tuduhan melakukan penganiayaan. Adapun Gavi, Almada, dan Molina menghadapi tuduhan perilaku tidak sportif setelah keributan pecah pascapeluit panjang dibunyikan.

Potensi Dampak bagi Argentina

Pakar hukum olahraga Marcelo Andres Bee Sellares memberikan pandangannya terkait potensi dampak keputusan tersebut terhadap agenda tim nasional Argentina pada jadwal internasional mendatang. "Sangat kecil kemungkinan Molina dan Paredes dapat dipanggil pada September," kata Bee Sellares dalam program radio La Central Deportiva.

Langkah Banding Spanyol

Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) bergerak cepat menyiapkan berkas banding sebelum batas waktu yang ditentukan. RFEF berupaya membebaskan Gavi dari tuduhan perilaku tidak sportif agar sang gelandang terhindar dari sanksi larangan bertanding.

Pembelaan RFEF berpatokan pada rekaman video yang menunjukkan bahwa Gavi bukanlah pihak pemula agresi. Dalam insiden tersebut, Gavi berupaya memprotes aksi dorongan keras Paredes terhadap Eric Garcia, sebelum akhirnya Gavi didorong hingga terjatuh oleh Paredes.

Selain itu, RFEF berencana memanfaatkan preseden disiplin kasus penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Pada kasus tersebut, FIFA sempat menjatuhkan sanksi larangan bertanding satu laga sebelum akhirnya menangguhkan eksekusi sanksi tersebut selama satu tahun.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags