FIFA Lanjutkan Rencana Investasi Swasta Meski UEFA, CONCACAF, dan AFC Mengancam Boikot

- Jumat, 31 Juli 2026 | 19:30 WIB
FIFA Lanjutkan Rencana Investasi Swasta Meski UEFA, CONCACAF, dan AFC Mengancam Boikot

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) tetap melanjutkan rencana membuka investasi swasta dalam bisnis komersialnya, termasuk Piala Dunia, meskipun menghadapi ancaman boikot dari sejumlah konfederasi. Rencana ini ditolak oleh UEFA, Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF), serta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang khawatir investor swasta akan mengubah arah pengelolaan sepak bola menjadi lebih komersial.

Presiden FIFA Gianni Infantino mengusulkan pembentukan anak perusahaan bernama FIFA Forward Enterprise (FFE), yang memungkinkan investor membeli saham minoritas tanpa kontrol penuh. Dokumen dari JP Morgan menyebut FFE akan mengelola kompetisi utama FIFA, termasuk Piala Dunia, dan meningkatkan pembayaran kepada asosiasi anggota hingga 24 juta euro pada siklus 2035-2039.

FIFA menyatakan langkah ini bertujuan membuka peluang investasi sekaligus meningkatkan pendapatan untuk asosiasi anggotanya tanpa mengorbankan tata kelola organisasi. Namun, AFC menyatakan keprihatinan atas rencana investasi swasta dalam kompetisi utama FIFA dan bergabung dalam penolakan setelah UEFA dan CONCACAF.

"Proposal ini sudah tidak realistis lagi untuk mendapatkan dukungan luas yang dibutuhkan," ujar AFC. Sikap serupa diungkapkan UEFA yang siap memboikot turnamen jika rencana itu diteruskan, sementara CONCACAF juga menolak usulan tersebut.

Penolakan yang meluas ini menimbulkan tekanan politik terhadap Infantino menjelang pemilihan presiden FIFA tahun depan. Penasihat senior Infantino, Carlos Cordeiro, memilih mengundurkan diri sebagai bentuk protes terhadap rencana penjualan saham bisnis Piala Dunia. "Penjualan saham dalam bisnis Piala Dunia adalah kesepakatan yang buruk bagi asosiasi anggota FIFA, sepak bola, dan masa depan olahraga," kata Cordeiro.

Meski mendapat tekanan, FIFA menegaskan konsultasi tetap berlanjut dan setiap asosiasi anggota berhak menentukan sikapnya melalui pemungutan suara.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags