Ribuan Migran Ilegal Menyerbu Ceuta, Kota Otonom Spanyol di Afrika Utara

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 06:40 WIB
Ribuan Migran Ilegal Menyerbu Ceuta, Kota Otonom Spanyol di Afrika Utara

Ribuan migran ilegal menyerbu wilayah Ceuta, kota otonom Spanyol di Afrika Utara, pada Kamis (30/7) waktu setempat. Mereka nekat berenang di lautan dan menerobos masuk melalui perbatasan darat dari Maroko.

Ceuta merupakan kota otonom Spanyol yang terletak di pesisir utara Afrika, tepatnya di wilayah utara Maroko. Bersama dengan Kota Melilla, Ceuta menjadi satu-satunya perbatasan darat Uni Eropa dengan benua Afrika. Kedua kota tersebut secara berkala mengalami lonjakan upaya penyeberangan ilegal oleh para migran yang ingin masuk ke Eropa.

Penyerbuan Massal

Laporan televisi lokal Spanyol, TVE, seperti dilansir Reuters, Jumat (31/7/2026), menyebutkan sebanyak 2.000-3.000 migran berhasil masuk secara ilegal ke wilayah Ceuta pada Kamis (30/7) waktu setempat. Menurut warga Fnideq di Maroko, sebagian besar migran yang berhasil menyeberangi perbatasan diperkirakan melintas sebelum tengah hari. Area Kota Fnideq yang terletak di dekat perbatasan Ceuta sempat dibanjiri ribuan migran sepanjang malam yang berniat menyeberang.

Di antara mereka yang berharap bisa menyeberangi perbatasan Ceuta kota berpenduduk 85.000 jiwa tersebut terdapat perempuan dan anak-anak dari Maroko serta kawasan Afrika Sub-Sahara.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags