Kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes, secara resmi menyampaikan perpisahan kepada suporter melalui sebuah video yang beredar di media sosial. Bek asal Tanjung Verde itu mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan selama ia membela tim berjuluk Juku Eja tersebut.
Dalam video yang diunggah, Yuran tampak berbicara dengan nada berat. "Saya di sini untuk bercerita dengan semua orang. Saya memutuskan untuk meninggalkan PSM Makassar," ujarnya. Ia juga menyebutkan rasa terima kasih kepada suporter yang selalu hadir, baik saat PSM bermarkas di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, maupun Stadion Kalegowa. "Saya mengucapkan terima kasih kepada suporter untuk semua dukungannya, baik di Parepare maupun Kalegowa," lanjutnya. Di akhir pesan, Yuran menutup dengan satu kata yang identik dengan PSM: "Ewako."
Ucapan itu memperkuat sinyal bahwa perjalanan Yuran bersama PSM telah usai. Kontraknya berakhir pada 31 Mei 2026, namun ia memutuskan untuk tidak memperpanjang. Kini, nama Yuran santer dikaitkan dengan Persebaya Surabaya. Rumor kepindahannya sudah bergulir dalam beberapa pekan terakhir, seiring langkah Bajul Ijo yang terus mendatangkan mantan anak asuh Bernardo Tavares.
Sebelumnya, Persebaya telah resmi memperkenalkan tiga eks pemain PSM Makassar: Reza Arya Pratama, Syahrul Lasinari, dan Ricky Pratama. Kehadiran mereka memunculkan spekulasi bahwa reuni bersama Bernardo Tavares akan berlanjut. Sejumlah akun media sosial bahkan mengklaim Yuran telah berada di Surabaya untuk menyelesaikan proses kepindahannya. Akun Facebook bonek.pedia menyebut bek Timnas Tanjung Verde itu telah menyepakati kontrak berdurasi dua musim bersama Persebaya.
Selain Yuran, nama gelandang bertahan Gledson Paixao juga terus dikaitkan dengan klub asal Kota Pahlawan tersebut. Akun Instagram @fabrizioasia_ mengklaim Gledson telah mencapai kesepakatan dengan Persebaya, meski hingga kini belum ada pengumuman resmi dari klub. Jika rumor itu menjadi kenyataan, Persebaya akan kembali menambah daftar mantan pemain PSM yang bereuni dengan Bernardo Tavares.
Di sisi lain, kepergian Yuran menjadi kehilangan besar bagi PSM Makassar. Selama beberapa musim terakhir, ia bukan hanya menjadi tembok kokoh di lini belakang, tetapi juga kapten tim yang memiliki pengaruh besar di ruang ganti maupun di atas lapangan. Pengamat sepak bola Imran Amirullah menilai hengkangnya pemain inti memang selalu menjadi kerugian bagi sebuah tim. "Kalau pemain-pemain yang selalu jadi andalan atau starter memang cukup disayangkan," kata Imran. Meski demikian, menurutnya keputusan bertahan atau hengkang sepenuhnya merupakan hak pemain dan manajemen. "Mereka sangat layak bertahan di PSM. Tetapi kembali lagi ke manajemen, pasti pemain itu punya alasan ketika dia tidak memilih bertahan," jelasnya.
Hingga kini, baik Persebaya Surabaya maupun Yuran Fernandes belum memberikan pengumuman resmi mengenai masa depan sang pemain. Namun, pesan perpisahan yang disampaikan Yuran kepada suporter PSM menjadi sinyal paling kuat bahwa kebersamaannya dengan Juku Eja telah berakhir. Kini, publik tinggal menunggu apakah langkah berikutnya benar-benar akan membawanya bereuni dengan Bernardo Tavares di Persebaya Surabaya.
Artikel Terkait
Gelandang Persebaya Francisco Rivera Layak Masuk Radar Timnas Meksiko
Toni Firmansyah Fokus Persiapkan Diri Sambut Super League 2026-2027
Reuni dengan Darije Kalezic Bisa Buka Jalan Rafael Struick ke PSM Makassar
Tanjung Verde Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Bek PSM Makassar Yuran Fernandes Absen