MilkLife Soccer Challenge 2025–2026 Catat Lonjakan Peserta dan Lahirkan Juara Baru di Kudus serta Malang

- Minggu, 24 Mei 2026 | 23:20 WIB
MilkLife Soccer Challenge 2025–2026 Catat Lonjakan Peserta dan Lahirkan Juara Baru di Kudus serta Malang

Dominasi kompetisi sepak bola putri usia dini di Indonesia kembali terlihat melalui gelaran MilkLife Soccer Challenge Kudus dan Malang Seri 2 musim 2025–2026. Ajang ini tidak hanya melahirkan juara-juara baru, tetapi juga mencatat lonjakan jumlah peserta serta peningkatan kualitas permainan yang semakin kompetitif di dua kota penyelenggaraan secara bersamaan.

Partai puncak turnamen ini digelar pada 24 Mei 2026. Di Kudus, MI NU Baitul Mukminin berhasil keluar sebagai juara Kategori Usia (KU) 10 setelah mengalahkan MI NU Pendidikan Islam dengan skor telak 4-1. Sementara itu, kategori KU 12 menyajikan drama adu penalti yang menegangkan. SDN Jambean 02 Pati sukses menumbangkan juara bertahan SDUT Bumi Kartini Jepara dengan skor 6-5 setelah kedua tim bermain imbang di waktu normal.

Di Malang, persaingan berlangsung tidak kalah sengit. SDN Tulungrejo 02 memastikan gelar juara KU 10 setelah menundukkan SDN Tunjungsekar 3 dengan skor 3-1. Pada kategori KU 12, SDN Lowokwaru 3 tampil dominan dan mengunci trofi juara lewat kemenangan meyakinkan 3-0 atas SDN Pandanlandung.

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menegaskan bahwa ajang ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk membangun ekosistem sepak bola putri sejak usia dini bersama Djarum Foundation.

“MilkLife dan Djarum Foundation memiliki komitmen jangka panjang untuk mendukung sepak bola putri Indonesia. MilkLife Soccer Challenge kini memasuki tahun ketiga dan secara kualitas terus menunjukkan perkembangan konsisten. Jenjang berikutnya adalah Hydroplus Soccer League. Dari hasil MilkLife Soccer Challenge maupun Hydroplus Soccer League, antusiasme peserta terus meningkat, kualitas permainan para pemain muda juga semakin berkembang dari seri ke seri. Hal ini menunjukkan kompetisi yang digelar secara konsisten mampu menjadi wadah pembinaan yang efektif untuk melahirkan talenta-talenta sepak bola putri masa depan,” ujar Teddy.

Menurut dia, keberlangsungan kompetisi rutin memberikan ruang perkembangan yang terarah bagi para pemain muda.

“Penyelenggaraan yang konsisten dan berkelanjutan seperti ini sangat penting untuk membangun fondasi sepak bola putri. Dari sini para pemain mendapat kesempatan berkembang, menambah pengalaman bertanding, sekaligus memupuk mental kompetitif sejak dini,” jelasnya.

Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge 2025–2026, Timo Scheunemann, menekankan bahwa pembinaan tidak boleh berhenti pada prestasi instan. Menurut dia, konsistensi latihan dan kecintaan siswi terhadap sepak bola menjadi fondasi utama dalam pengembangan bakat.

“Prestasi itu memang penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah konsistensi para siswi dalam latihan. Ketika kemampuan mereka meningkat, mereka akan semakin senang bermain sepak bola. Dari situ, baru digali potensi dan bakatnya. Kemudian, sekolah juga bisa menyisipkan nilai-nilai pengembangan mental dan karakter yang sejalan dengan dunia pendidikan,” tutur Timo.

Ia menilai Kudus memiliki fondasi pembinaan yang matang sebagai kota pertama penyelenggaraan turnamen ini. Sementara itu, Malang menunjukkan lonjakan jumlah dan kualitas pemain yang signifikan meskipun baru dua kali menggelar MilkLife Soccer Challenge.

“Kudus adalah kota pertama MLSC, jadi awal mula sepak bola putri tumbuh di sana dan terus konsisten dibangun. Sementara Malang baru dua kali menggelar MLSC, namun perkembangannya sudah terlihat baik. Bahkan pemain final KU 12 diproyeksikan memperkuat tim All-Star Malang tampil di Kudus akhir Juni bersama perwakilan dari 12 kota lainnya,” tutup Timo.

MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 2 berlangsung pada 19 hingga 24 Mei 2026 di Supersoccer Arena dan Lapangan Rendeng, Kudus, Jawa Tengah. Sebanyak 1.391 siswi dari 89 madrasah ibtidaiyah dan sekolah dasar berpartisipasi, terbagi dalam 66 tim KU 10 serta 64 tim KU 12. Sementara itu, Malang Seri 2 bergulir pada 21 hingga 24 Februari 2026 di Stadion Gajayana dengan diikuti 2.161 siswi dari 122 MI dan SD, yang terbagi menjadi 82 tim KU 10 dan 116 tim KU 12.

Final KU 10 di Kudus diwarnai gol-gol dari Nadya Alyssa Azzahra, Khasna Marsa Irsyad, Izzatunnisyafa Zahida Azzahra, dan Arla Manda Giunia. Di kategori KU 12, kapten tim SDN Jambean 02 Pati, Faiha Talloi Carena, mengungkapkan kegembiraannya setelah timnya memastikan gelar lewat adu penalti yang menegangkan.

“Kami tidak menyangka bisa merebut gelar juara KU 12. Itu tadi pertandingan yang sangat menegangkan tapi seru. Apalagi saat masuk ke babak penalti, kami deg-degan. Namun semua kerja keras kami terbayar dan kami jadi juara,” ujar Faiha.

Di Malang, pelatih SDN Lowokwaru 3, Hazmi Wardi, memuji disiplin dan ketenangan anak asuhnya saat menghadapi laga final.

“Final tadi berjalan luar biasa. Anak-anak mampu bermain tenang dan menjalankan instruksi dengan sangat baik di lapangan. Saya juga bangga dengan Adelice dan seluruh pemain yang terus menunjukkan kerja keras serta semangat latihan tinggi. Kalau konsisten seperti ini, peluang mereka untuk berkembang menjadi pemain profesional tentu sangat terbuka,” ujar Hazmi.

Berikut adalah daftar lengkap pemenang MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 2 2025–2026. Untuk Kategori Usia 10, juara diraih MI NU Baitul Mukminin, runner-up MI NU Pendidikan Islam, dan semifinalis ditempati SDN Gunungwungkal 01 serta SD 2 Demaan. Top scorer kategori ini adalah Charissa Setya Ayudiana dari SDIT Al Islam Kudus dan Nadhira Adiba Syakila dari MI NU Pendidikan Islam yang sama-sama mencetak 37 gol. Best Player diraih Khusna Marsa Irsyad dari MI NU Baitul Mukminin, Best Goalkeeper Aulia Agustin dari SDN Gunungwungkal 01, dan Fairplay Team diberikan kepada MIM Al Tanbih Kudus.

Untuk Kategori Usia 12, juara diraih SDN Jambean 02 Pati, runner-up SDUT Bumi Kartini Jepara, dan semifinalis SDN 1 Rendeng serta SDIT Al Islam Kudus. Top scorer adalah Rara Zenita Fatin dari SDUT Bumi Kartini Jepara dengan 42 gol. Best Player diraih Sabrina Dwi Ristiyana dari SDN Jambean 02 Pati, Best Goalkeeper Queisha Sava Azzalfa dari SDUT Bumi Kartini Jepara, dan Fairplay Team diberikan kepada SDN 1 Panggang Jepara.

Sementara itu, berikut daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Malang Seri 2 2025–2026. Untuk Kategori Usia 10, juara diraih SDN Tulungrejo 02, runner-up SDN Tunjungsekar 3, dan semifinalis SDN Tulungrejo 04 Batu serta SDN 1 Sukoanyar. Top scorer adalah Syakila Naura Putri dari SDN Sawojajar 6 dengan 32 gol. Best Player diraih Ya’qud Nadhifah Rafani Utomo dari SD Islam Al Falah, Best Goalkeeper Cahaya Ni’matul Solehah dari SDN Tulungrejo 02, dan Fairplay Team diberikan kepada SD Islam Al Falah.

Untuk Kategori Usia 12, juara diraih SDN Lowokwaru 3, runner-up SDN 3 Pandanlandung, dan semifinalis SDK Santa Maria 01 serta SDN Lowokwaru 4. Top scorer adalah Adelice Maureen Hanum Faisal dari SDN Lowokwaru 3 dengan 36 gol. Best Player diraih Ananda Nindy Dwi Berlian dari SDN Lowokwaru 4, Best Goalkeeper Aira Firdayanti dari SDN 3 Pandanlandung, dan Fairplay Team diberikan kepada MI Miftahul Huda Sukolilo.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar