PSM Makassar Hadapi Persik Kediri dalam Laga Hidup-Mati di Parepare

- Selasa, 21 April 2026 | 10:30 WIB
PSM Makassar Hadapi Persik Kediri dalam Laga Hidup-Mati di Parepare

PAREPARE – Suasana di markas PSM Makassar jelas tidak biasa. Menjelang laga pekan ke-29 Super League, Kamis (23/4/2026) nanti, tensi terasa begitu tinggi. Bagi Juku Eja, pertandingan kandang melawan Persik Kediri di Stadion Gelora BJ Habibie ini bukan lagi sekadar pertandingan biasa. Rasanya seperti final. Kemenangan adalah satu-satunya opsi jika ingin keluar dari jerat degradasi.

Papan klasemen bicara cukup keras. Persik Kediri duduk di peringkat 12 dengan 33 poin. Sementara itu, PSM membayangi di posisi 13, tertahan di angka 28. Selisih lima poin itu harus dipangkas. Dan kemenangan di kandang sendiri adalah harga mati. Tidak cuma untuk mengejar Persik, tapi juga untuk menjauh dari kejaran Madura United yang mengintai di dasar klasemen.

Pasca kekalahan dari Borneo FC, evaluasi total dilakukan. Ahmad Amiruddin, asisten pelatih PSM, tak menampik ada masalah. Menurutnya, kesalahan-kesalahan elementer yang dilakukan pemain sendiri kerap menjadi bumerang.

"Kami coba lakukan perubahan lewat pemain pengganti. Ini tanggung jawab saya juga untuk beradaptasi lebih baik dengan mereka. Harapannya, di laga selanjutnya performa bisa meningkat," ujar Amiruddin.

Dukungan dari suporter pun mengalir deras. Bagi mereka, momentum ini terlalu berharga untuk disia-siakan.

Sulyadi Abbas dari Komunitas VIP Utara (KVU) menegaskan, "Ini laga yang sangat krusial. Kesempatan masih ada dan harus dimaksimalkan. Jangan sampai kalah lagi, apalagi di kandang sendiri. Kita tidak mau kecewa di akhir musim nanti."

Final Kecil di Parepare

Lantas, mengapa laga ini disebut bak final? Jawabannya sederhana: ini soal bertahan hidup. Bukan cuma tiga poin yang dipertaruhkan, tapi harga diri dan kemungkinan untuk keluar dari zona merah. Kekalahan akan menjadi pukulan psikologis yang berat.

Bayangkan, jika menang, selisih dengan Persik menyusut jadi hanya 2 poin. Sebaliknya, kalau kalah, jaraknya melebar jadi 8 poin. Dengan sisa pertandingan yang tak banyak, mengejar selisih segitu akan terasa seperti mendaki tebing terjal.

Stadion Gelora BJ Habibie, yang dulu dikenal angker bagi tim tamu, sepertinya mulai kehilangan tuahnya. Kekalahan dari Borneo FC menjadi bukti. Karena itu, kemenangan atas Persik bukan cuma untuk angka, tapi untuk mengembalikan mental juara dan kepercayaan diri skuad.

Pernyataan Amiruddin soal adaptasi dengan pemain cadangan juga menarik. Itu sedikit banyak mengisyaratkan soal kedalaman skuad yang mungkin belum optimal. Dalam partai bertekanan tinggi seperti ini, konsistensi selama 90 menit dan menghindari kesalahan individu akan jadi penentu.

Posisi PSM memang serba salah. Cuma beda 2 poin dari Madura United di bawahnya. Kalah dari Persik, ditambah jika tim pesaing meraih poin, bisa-bisa Juku Eja justru terperosok lebih dalam.

Strateginya? Main agresif sejak awal, buru gol cepat. Efektivitas di depan gawang dan disiplin saat bertransisi jadi kunci utama. Soalnya, Persik Kediri dikenal punya serangan balik yang cepat dan mematikan. Ini akan jadi ujian nyata bagi tekad PSM.

KLASEMEN SEMENTARA

  1. Persib 28 20 5 3 50-18 65
  2. Borneo FC 28 20 3 5 58-28 63
  3. Persija 28 18 4 6 51-25 47
  4. Bhayangkara 28 14 5 9 38-32 46
  5. Malut Utd 28 13 7 8 54-39 46
  6. Persebaya 28 11 9 8 39-35 42
  7. Dewa Utd 28 12 5 11 35-34 41
  8. Persita 28 12 5 11 35-27 41
  9. Bali Utd 28 10 9 9 47-42 39
  10. Arema FC 28 10 8 10 40-37 38
  11. PSIM 28 9 11 8 37-37 38
  12. Persik 28 9 6 13 34-47 33
  13. Persijap 28 7 7 14 26-42 28
  14. PSM 28 6 10 12 33-38 28
  15. Madura Utd 28 6 8 14 29-47 26
  16. Persis 28 5 9 14 31-48 24
  17. S Padang 28 5 5 18 22-47 20
  18. PSBS Biak 28 4 6 18 29-65 18

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar