JAKARTA Simon Grayson akhirnya angkat bicara. Asisten pelatih anyar Timnas Indonesia itu mengungkapkan alasan di balik keputusannya menerima tawaran dari PSSI. Bagi mantan manajer Sunderland itu, tantangan dan antusiasme menghadapi peran baru di level tim nasional adalah magnet utamanya.
Ini pengalaman pertama baginya. Setelah lebih dari dua puluh tahun berkutat di dunia klub, pria 56 tahun itu kini masuk dalam jajaran kepelatihan Skuad Garuda. Perannya sebagai technical support, mendampingi pelatih kepala John Herdman.
“Ya, ini benar-benar menarik,” ujarnya dalam wawancara dengan kanal YouTube Astro Arena, Kamis lalu.
“Dalam sepak bola, Anda tidak pernah berhenti belajar. Saya tidak pernah merasa lebih rendah dari siapa pun, dan ini bagian menarik dari apa yang ingin saya lakukan.”
Grayson tak menampik, kesempatan untuk bekerja sama dengan John Herdman punya daya tarik tersendiri. Ia melihat Herdman sebagai sosok yang sudah teruji di panggung internasional.
“Saya ingin belajar dari seseorang yang pernah menjadi pelatih kepala Kanada, baik tim putra maupun putri, dan membawa keduanya ke Piala Dunia. Dia juga pernah bekerja di Selandia Baru, dan itu sangat menarik. Bagi saya, ini juga merupakan proses pembelajaran,” katanya.
Dengan segudang pengalaman lebih dari dua dekade, Grayson yakin bisa memberi kontribusi nyata. Ia berkomitmen penuh membantu Herdman dan staf pelatih lainnya untuk meningkatkan daya saing Indonesia.
“Saya berharap bisa membantu John dan pelatih lainnya dengan pengalaman saya sebagai pelatih dan manajer di sejumlah klub besar. Menurut saya, ini kombinasi yang bagus,” tuturnya.
“Saya akan menjalaninya dengan pikiran terbuka tentang bagaimana semuanya seharusnya berjalan,” tambahnya.
Di sisi lain, debut tim kepelatihan baru ini sudah bisa kita lihat. Mereka membawa Timnas Indonesia tampil di FIFA Series 2026 dengan hasil yang cukup menggembirakan: finis sebagai runner-up.
Jalan mereka dimulai dengan kemenangan meyakinkan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis di semifinal. Sayang, di partai puncak, Skuad Garuda harus takluk tipis 0-1 dari Bulgaria.
Meski begitu, hasil itu terasa seperti awal yang positif. Era John Herdman, dengan Simon Grayson di dalamnya, mulai menancapkan harapan baru untuk perkembangan tim nasional kita ke depannya.
Artikel Terkait
Empat Kandidat Juara Liga Champions 2026 Resmi Terbentuk
Acosta Akui Aprilia dan Ducati Ancaman Serius, Tapi KTM Tak Menyerah
AC Milan Siapkan Rencana Perombakan Lini Depan, Dybala Jadi Target Utama
Era Emas Berakhir: Lima Juara Dunia Bulu Tangkis Pensiun di Puncak Karier