tuturnya dengan nada tegas. Bukan cuma itu, gol kedua lawan juga jadi perhatian. Situasinya berasal dari kick in, sebuah pola yang katanya sudah berulang kali mereka latih di sesi latihan.
“Menjelang akhir, kami kebobolan menjadi 3-2 dalam situasi kick in yang sudah kami latih berkali-kali. Itu adalah situasi yang seharusnya tidak membuat kami kebobolan gol tersebut,”
tegas pelatih asal Spanyol itu. Untungnya, respons tim dinilainya cepat. Gol ketiga Indonesia, yang lahir dari serangan balik, menjadi penyelemat saat itu. “Itu sangat bagus bagi kami karena memberi kami napas,” katanya.
Di sisi lain, Souto tetap menegaskan bahwa kemenangan ini adalah buah kerja keras seluruh pemain. Ia menolak mengambil pujian untuk dirinya sendiri.
Dengan kemenangan ini, Indonesia kini bersiap menghadapi Thailand di partai puncak. Sang tuan rumah sebelumnya menaklukkan Australia dengan skor 4-3 di semifinal lain. Final akan digelar Minggu (12/4/2026) mendatang, sebuah peluang emas bagi Garuda untuk merebut gelar.
Sebelum hari H, Souto memastikan timnya akan melakukan evaluasi mendalam. Fokusnya jelas: memperbaiki detail-detail kecil yang bisa jadi penentu di final nanti. Kemenangan memang diraih, tapi pelatih ini tak mau timnya terbuai. Masih ada pekerjaan rumah yang menunggu.
Artikel Terkait
Pelatih Persija Bela Cyrus Margono Usai Debut Pahit: Jangan Dinilai dari Satu Laga
Alex Marquez Akui Persaingan Gila dan Kejar Podium Perdana MotoGP 2026
Persija Jakarta Hadapi Persebaya dalam Laga Krusial Perburuan Gelar Liga Super
Jonatan Christie Tersingkir di Perempat Final Badminton Asia Championships 2026