Warga Iran Rayakan Idulfitri di Tengah Situasi Perang, Menteri Ucapkan Terima Kasih atas Solidaritas Asia Tenggara

- Minggu, 22 Maret 2026 | 08:50 WIB
Warga Iran Rayakan Idulfitri di Tengah Situasi Perang, Menteri Ucapkan Terima Kasih atas Solidaritas Asia Tenggara

Di tengah dentuman serangan yang masih sesekali menggema, warga Iran merayakan Idulfitri. Ribuan umat Muslim berkumpul untuk salat Id pada Sabtu, 21 Maret 2026, menandai berakhirnya Ramadan di negara itu. Suasana haru bercampur syukur terasa, terutama di Masjid Agung Imam Khomeini di jantung Teheran.

Kerumunan jemaah memadati area masjid sejak fajar. Karena tak muat di dalam, banyak yang terpaksa melaksanakan salat di luar ruangan. Televisi pemerintah setia menayangkan gambar-gambar itu kerumunan orang di sekitar masjid, meski ancaman serangan selalu membayang.

Tak hanya di Teheran. Siaran televisi nasional juga menampilkan suasana serupa dari kota-kota lain: Arak di bagian tengah, Zahedan di tenggara, hingga Abadan di barat. Perayaan hari kemenangan ini berlangsung dalam situasi yang sungguh tidak ideal. Ibu kota Iran masih terus dibombardir hampir setiap hari sejak perang dimulai pada 28 Februari lalu.

Di sisi lain, dari layar akun media sosialnya, Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyampaikan ucapan selamat. Lebih dari sekadar ucapan, dia menyelipkan apresiasi yang mendalam.

“Selamat Hari Raya Idulfitri. Terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Muslim serta pencinta keadilan di Asia Tenggara Indonesia, Malaysia, Brunei yang mengecam agresi brutal Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap bangsa Muslim Iran di bulan Ramadan serta menunjukkan solidaritas,”

Begitu bunyi unggahannya di platform X, yang dilihat pada Minggu (22/3/2026).

Araghchi secara khusus berterima kasih atas kecaman dari sejumlah negara Asia. Baginya, dukungan dari kawasan Asia Tenggara itu punya arti penting. Itu adalah pengakuan dari masyarakat internasional, sebuah bentuk solidaritas yang sangat berarti bagi rakyat Iran yang sedang berjuang.

Perang yang dipicu serangan gabungan AS dan Israel itu telah menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi mereka. Namun begitu, seperti terlihat di hari raya kemarin, semangat untuk bertahan dan merayakan keyakinan tak sepenuhnya padam.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar