“Saya lebih menyukai kerja tim. Saya sangat menekankan hal ini,” ujarnya.
“Saya selalu mengatakan bahwa setiap orang harus mampu mengorbankan sedikit egonya untuk melayani orang lain. Ketika itu terjadi, kepuasan memiliki seseorang yang bekerja bersama Anda untuk mengembangkan sebuah ide bahkan lebih besar daripada ketika Anda memilikinya sendiri,” tambah Rivola, menjelaskan filosofi di balik kesuksesan mereka.
Nah, ujian sesungguhnya akan segera tiba. Sirkuit Jerez, Spanyol, akan menjadi ajang seri keempat pada 24-26 April mendatang. Trek yang menantang itu akan menguji konsistensi dan mental seluruh tim Aprilia. Bisa bertahan atau tidak, itu pertanyaan besarnya.
Pesan Rivola sudah jelas. Pimpinan klasemen itu bagus, tapi itu hanya angka sementara. Balapan selanjutnya adalah medan perang baru. Dan dalam MotoGP, pemenangnya adalah yang bertahan sampai garis akhir, bukan yang memimpin di lap pertama.
Artikel Terkait
Pelatih Hector Souto Akui Persiapan Timnas Futsal Indonesia untuk Piala AFF 2026 Sangat Mepet
FIGC Krisis, Paolo Maldini Disebut Sebagai Calon Utama Presiden Baru
Hodak Tegaskan Sembilan Laga Sisa Sebagai Final Penentu Gelar Juara
Persija Bertekad Hentikan Tren 5 Laga Tak Terkalahkan Bhayangkara di Lampung