Suaranya berat, penuh penyesalan.
Gattuso kemudian mencoba merasionalisasi kekalahan ini. Baginya, sepak bola memang selalu punya dua sisi mata uang.
Kalimat itu seperti gema dari masa lalu. Gattuso sendiri pernah merasakan puncak kejayaan, menjadi pilar penting saat Italia mengangkat trofi di Piala Dunia 2006. Kini, delapan belas tahun kemudian, dia menyaksikan negaranya terpuruk. Italia terakhir tampil di Piala Dunia adalah tahun 2014 di Brasil. Sejak itu, yang ada hanyalah kegelapan dan jalan buntu di kualifikasi.
Laga di Zenica mungkin sudah berakhir. Tapi bagi Italia, pertanyaan besar baru saja dimulai. Ke mana mereka harus melangkah setelah ini?
Artikel Terkait
Dony Tri Pamungkas Bersinar di FIFA Series, Dipuji Pelatih dan Rekan Setim
Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Gattuso Minta Maaf Usai Kalah dari Bosnia
Barbarez Ungkap Kunci Bosnia Lolos ke Piala Dunia Usai Singkirkan Italia
Brian Uriarte Puas Raih Poin di Austin, Persaingan Sengit dengan Veda Ega Berlanjut