Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, sedang mengincar peluang kerja sama dengan Irlandia. Tujuannya jelas: menjadikan industri kreatif sebagai motor penggerak ekonomi yang lebih deras lagi. Menurutnya, Irlandia adalah mitra yang pas untuk mendorong ekosistem kreatif lokal kita agar makin go-internasional.
“Ekonomi kreatif itu bukan cuma soal buka lapangan kerja,” ujar Riefky, Rabu lalu. Ia menambahkan, sektor ini juga membangun ekonomi yang lebih inklusif dan punya visi ke depan.
“Irlandia punya kekuatan yang cocok. Mulai dari cara bercerita, industri digital, sastra, sampai film. Mereka punya ekosistem kreatif yang sudah tersambung ke seluruh dunia.”
Angkanya pun cukup berbicara. Irlandia tercatat sebagai salah satu pengekspor jasa kreatif terbesar di dunia, dengan nilai fantastis: USD 231 miliar di tahun 2022. Sementara itu, ekspor Indonesia ke sana untuk sektor komputer dan mesin pengolah data ‘baru’ menyentuh USD 11,9 juta di tahun ini. Memang masih jauh, tapi justru di situlah peluang kolaborasi terbuka lebar. Keterhubungan antarnegara ini diharapkan bisa memicu pertumbuhan, digerakkan oleh ide, inovasi, dan tentu saja, bakat.
Riefky menyebut, pihaknya akan mendukung program pertukaran yang lebih masif. Bisa melalui mahasiswa, residensi seniman, atau inisiatif budaya lainnya dengan Irlandia. Tujuannya agar talenta lokal tak cuma jago di kandang sendiri, tapi juga siap bersaing di komunitas kreatif global.
Artikel Terkait
DPR Optimistis Kapal Pertamina di Selat Hormuz Segera Dilepaskan Iran
Politisi PDIP Ragukan Efektivitas WFH ASN Setiap Jumat
Gubernur DKI Tegaskan WFH Jumat Tak Berlaku untuk Pejabat dan Layanan Publik
ASN Pemda Dapat Opsi WFH Setiap Jumat Mulai April 2026