Menparekraf Incar Kerja Sama dengan Irlandia untuk Pacu Ekspor Kreatif

- Rabu, 01 April 2026 | 11:45 WIB
Menparekraf Incar Kerja Sama dengan Irlandia untuk Pacu Ekspor Kreatif

Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, sedang mengincar peluang kerja sama dengan Irlandia. Tujuannya jelas: menjadikan industri kreatif sebagai motor penggerak ekonomi yang lebih deras lagi. Menurutnya, Irlandia adalah mitra yang pas untuk mendorong ekosistem kreatif lokal kita agar makin go-internasional.

“Ekonomi kreatif itu bukan cuma soal buka lapangan kerja,” ujar Riefky, Rabu lalu. Ia menambahkan, sektor ini juga membangun ekonomi yang lebih inklusif dan punya visi ke depan.

“Irlandia punya kekuatan yang cocok. Mulai dari cara bercerita, industri digital, sastra, sampai film. Mereka punya ekosistem kreatif yang sudah tersambung ke seluruh dunia.”

Angkanya pun cukup berbicara. Irlandia tercatat sebagai salah satu pengekspor jasa kreatif terbesar di dunia, dengan nilai fantastis: USD 231 miliar di tahun 2022. Sementara itu, ekspor Indonesia ke sana untuk sektor komputer dan mesin pengolah data ‘baru’ menyentuh USD 11,9 juta di tahun ini. Memang masih jauh, tapi justru di situlah peluang kolaborasi terbuka lebar. Keterhubungan antarnegara ini diharapkan bisa memicu pertumbuhan, digerakkan oleh ide, inovasi, dan tentu saja, bakat.

Riefky menyebut, pihaknya akan mendukung program pertukaran yang lebih masif. Bisa melalui mahasiswa, residensi seniman, atau inisiatif budaya lainnya dengan Irlandia. Tujuannya agar talenta lokal tak cuma jago di kandang sendiri, tapi juga siap bersaing di komunitas kreatif global.

Pembicaraan ini mengemuka dalam acara perayaan Hari Nasional Irlandia, Saint Patrick's Day. Duta Besar Irlandia untuk Indonesia, Sharon Lennon, menyambut hangat kehadiran delegasi Indonesia.

“Saint Patrick's Day bagi kami bukan sekadar perayaan tentang Irlandia,” kata Sharon Lennon.

“Ini juga tentang kreativitas dan budaya yang menyambungkan kami dengan komunitas global. Kami memandang Indonesia sebagai mitra penting. Kami ingin ekonomi kreatif menjadi inti dari kerja sama yang kita bangun dan tumbuhkan bersama.”

Di sisi lain, Sharon juga menekankan komitmen negaranya untuk memperluas jejaring global. Melalui misi diplomatiknya, Irlandia menjangkau lebih dari 50 negara, termasuk Indonesia, di berbagai sektor seperti mode, gim, gastronomi, dan tentu saja industri kreatif lainnya.

Ia punya harapan. Sharon berharap Indonesia bisa terlibat lebih dalam dalam perayaan Saint Patrick's Day tingkat global ke depannya. Kolaborasi antara pelaku industri, akademisi, dan komunitas kreatif dari kedua negara diharapkan bisa kian erat. Pertemuan ini, pada akhirnya, membuktikan satu hal: kreativitas dan budaya tetap menjadi jembatan kerja sama yang paling efektif antara dua bangsa.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar