Zenica. Rasa sakit itu datang lagi. Italia, sang juara dunia empat kali, kembali kandas di babak playoff. Kali ini, mereka takluk dari Bosnia dan gagal melangkah ke Piala Dunia 2026. Pukulan telak yang terasa seperti deja vu.
Ini sudah yang ketiga kalinya secara beruntun. Bayangkan, sebuah raksasa sepak bola harus absen dari panggung terbesar selama tiga edisi berturut-turut. Status mereka sebagai juara dunia justru membuat kegagalan ini terasa lebih perih, lebih menyiksa. Trauma Piala Dunia jelas bukan sekadar omong kosong.
Drama berlangsung sepanjang 120 menit di Stadion Bilino Polje. Skor imbang 1-1 bertahan hingga babak perpanjangan waktu, memaksa pertandingan ditentukan dari titik putih. Di sana, nasib Italia kembali berbalik. Bosnia lebih dingin, menang 4-1, dan meninggalkan Gli Azzurri dalam kepedihan yang dalam.
Usai laga, pelatih Gennaro Gattuso tampak hancur. Namun, di depan awak media Sky Sport Italia, pria yang dulu dikenal sebagai 'pitbull' di lapangan itu berusaha tegar.
Artikel Terkait
Dony Tri Pamungkas Bersinar di FIFA Series, Dipuji Pelatih dan Rekan Setim
Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Gattuso Minta Maaf Usai Kalah dari Bosnia
Barbarez Ungkap Kunci Bosnia Lolos ke Piala Dunia Usai Singkirkan Italia
Brian Uriarte Puas Raih Poin di Austin, Persaingan Sengit dengan Veda Ega Berlanjut