Dia melanjutkan, "Ini kan pengalaman pertama bersama pelatih baru. Banyak ide segar yang dia coba terapkan, dan secara umum kita sudah jalankan dengan baik. Tapi ya, bagian menyerang dan menciptakan peluang itu pasti masih bisa kita asah lebih tajam lagi. Begitu juga cara kita mematikan peluang lawan. Sudah oke, tapi bisa lebih baik."
Di sisi lain, yang paling mencolok bagi Jay justru bukan cuma skema taktis. Melainkan gairah dan cara komunikasi Herdman di lapangan. Gaya itu mengingatkannya pada atmosfer sepak bola Eropa, tempatnya berkarim selama ini.
"Dia punya energi yang besar. Saya main tiga tahun di Italia, dan di sana semangat para pelatih memang luar biasa. Jadi, melihat hal serupa di sini... itu menyenangkan," tutur Jay.
Singkat kata, meski belum sempurna, sentuhan Herdman sudah terasa. Ada angin segar, ada semangat baru. Yang jelas, perjalanan masih panjang. Dan pemain seperti Jay Idzes tampaknya yakin, pelatih asal Newcastle ini bisa membawa tim ke level yang lebih kompetitif.
Artikel Terkait
Pelatih Bulgaria Buka Peluang Kembali Berkarier di Indonesia
AS Roma Minat Rekrut Mohamed Salah, Syaratnya Potong Gaji Drastis
Herdman Soroti Tiga Pemain Kunci untuk Persiapan Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
PSM Makassar Targetkan Lima Kemenangan Beruntun di April untuk Hindari Degradasi