Namun begitu, balap motor memang tak pernah bisa ditebak. Di lap kelima, segalanya berubah drastis.
Agresivitas yang jadi senjatanya tiba-tiba berbalik menghantam. Di sebuah tikungan, Veda kehilangan kendali dan mengalami "high side" jenis kecelakaan paling brutal di mana pembalap terlempar ke udara. Badannya jatuh terguling, sementara motornya meluncur tak terkendali ke tengah lintasan.
Nahas, Joel Esteban yang ada di belakangnya tak punya waktu untuk menghindar. Tabrakan pun tak terelakkan. Esteban menabrak motor Veda dan ikut terjatuh. Beruntung, Veda sendiri tidak tertabrak oleh motor Esteban yang meluncur kencang.
Dia sempat bangkit dan berjalan sendiri ke zona aman, terlihat memeriksa kondisi tubuhnya. Tapi motor yang rusak parah sudah pasti tak bisa lagi dipacu. Balapannya berakhir di sana.
Dampaknya ke klasemen cukup signifikan. Gagal meraih poin sama sekali di Austin membuat posisi Veda anjlok ke peringkat ketujuh. Kini poinnya mentok di angka 27, tertinggal 38 poin dari pemuncak klasemen Maximo Quiles. Jarak yang tak bisa dibilang kecil.
Tapi kalau dilihat dari responsnya setelah kejadian, ada sesuatu yang meyakinkan. Mental juara itu masih menyala. Kekecewaan tak lantas membuatnya hancur. Justru sebaliknya, ada tekad baja yang terpancar. Sang "Wonderkid" dari Indonesia ini sepertinya sudah siap membalaskan semua di seri berikutnya.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Gagal Finis di COTA, Tapi Tunjukkan Mental Juara
Final FIFA Series 2026: Duel Gaya Italia dan Ajang Pembuktian Jay Idzes
Veda Ega Pratama Alami Kecelakaan di Moto3 AS, Kondisi Dinyatakan Baik-baik Saja
Herdman Bela Sananta: Kritik di Media Sosial Tidak Pantas