Kebakaran Hanguskan Pabrik Helm di Bogor, Diduga Akibat Korsleting

- Senin, 30 Maret 2026 | 16:40 WIB
Kebakaran Hanguskan Pabrik Helm di Bogor, Diduga Akibat Korsleting

Siang itu, suasana di Kampung Nawing, Desa Sukamulya, Rumpin, tiba-tiba berubah jadi chaos. Asap hitam pekat membubung tinggi di langit Bogor, menandai kobaran api yang melahap pabrik helm PT SMK. Kejadiannya pada Senin (30/3/2026) siang. Empat bangunan di area pabrik itu akhirnya hangus tak terselamatkan.

Ratusan karyawan panik, berhamburan keluar menyelamatkan diri. Suasana mencekam. Dari informasi yang beredar di lokasi, api pertama kali muncul dari ruang produksi, tepatnya area penyemprotan atau pengecatan helm. Ya, tempat yang penuh dengan bahan-bahan kimia itu.

Dan itu jadi masalah besar. Banyaknya material yang mudah terbakar bikin api dengan cepat membesar. Hanya dalam hitungan menit, sulit dikendalikan.

Untuk mengatasi si jago merah, delapan unit mobil pemadam dikerahkan. Enam unit dari Kabupaten Bogor, ditambah dua unit lagi dari BPBD Tangerang datang membantu. Tapi medannya tak mudah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, mengakui timnya menghadapi kendala serius.

"Alhamdulillah api sudah terkendali. Penyebab kebakaran masih dalam kegiatan investigasi," ujar Yudi di tengah kepulan asap yang masih tersisa.

Dia menjelaskan, selain besarnya kobaran dan material yang mudah menyala, sumber air di lokasi juga terbatas. Hal itu memperlambat upaya pemadaman.

Pendapat senada datang dari Kepala Desa Sukamulya, Ikhwan Nur Arifin.

"Api dengan cepat membesar karena di sini banyak bahan-bahan yang mudah terbakar," kata Ikhwan, menggambarkan bagaimana situasi dengan cepat berubah jadi di luar kendali.

Lalu, apa pemicu awal bencana ini? Keterangan sementara dari sejumlah karyawan mengarah pada korsleting listrik. Diduga, kompresor di bagian pengecatan helm yang jadi biang keladinya.

Petugas berjibaku hampir empat jam lamanya. Setelah api bisa dikendalikan, proses pendinginan masih terus dilakukan. Tujuannya jelas: mencegah bara api menyala kembali.

Kabar baiknya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materialnya tidak main-main. Ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Sementara itu, penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti masih terus digelar oleh pihak berwenang.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar