AUSTIN – Sirkuit COTA di Texas kembali jadi saksi sejarah. Senin dini hari WIB (30/3/2026), Guido Pini akhirnya merobohkan tembok. Pembalap Leopard Racing itu meraih kemenangan perdananya di kelas Moto3, tepatnya di seri Amerika. Sorak-sorai memenuhi garasi timnya. Tapi, di tengah euforia kemenangan Pini, ada cerita pilu dari pit lane lain. Veda Ega Pratama, harapan Indonesia, harus menelan kenyataan pahit: gagal finis.
Balapan berlangsung seru dan ketat. Pini tampil impresif, mengendalikan lomba dari depan. Tapi tekanan dari belakang tak pernah reda. Maximo Quiles (CFMoto Aspar Team) nyaris saja mencuri kemenangan, hanya terpaut 0.056 detik di posisi kedua. Podium terakhir diisi Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo.
“Rasanya luar biasa. Susah diungkapkan dengan kata-kata,” ujar Pini usai balapan, wajahnya masih basah oleh keringat dan mungkin sedikit air mata. “Tim bekerja sempurna. Motor sangat enak. Ini untuk mereka.”
Di belakang trio teratas, persaingan tetap panas. Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) dan Adrian Fernandez, rekan setim Pini di Leopard, sukses menembus lima besar. Balapan di COTA kali ini benar-benar ujian strategi dan mental.
Mimpi Buruk di Tikungan 11
Sementara sorotan tertuju pada pemenang, Veda Ega justru mengalami hari yang ingin dilupakannya. Pada lap kelima, di Tikungan 11 yang terkenal tricky, motornya tiba-tiba hilang kendali. Dia terjatuh. Balapannya berakhir di sana, di tepi aspal, jauh dari garis finis.
Artikel Terkait
Veda Pratama Merosot ke Peringkat 7 Usai Gagal Finis di Moto3 AS
Prancis Tuntaskan Masa Uji Coba dengan Kemenangan Telak atas Kolombia
Veda Ega Pratama Jatuh, Posisi Klasemen Moto3 Anjlok Usai GP Amerika
ASICS Luncurkan Sepatu Khusus Padel di Indonesia, Respons Lonjakan Popularitas Olahraga Ini