Media-media besar pun tak bisa mengabaikannya. ESPN MotoGP, misalnya, memberikan pujian yang cukup tinggi. Mereka melihat Veda bukan sekadar pembalap baru, melainkan simbol kebangkitan.
“Veda Pratama muncul di Moto3 dan langsung membangkitkan antusiasme, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh Asia, yang lama menantikan pembalap yang mampu bersaing di level tertinggi,” tulis ESPN dalam laporannya.
Hebatnya lagi, pada seri Brasil itu, Veda mencatatkan diri sebagai pembalap Asia dengan hasil terbaik di semua kelas. Dari Moto3 sampai MotoGP, tak ada yang mengalahkan posisinya. Prestasinya benar-benar menyapu bersih.
Di bawahnya, pembalap Jepang Ai Ogura harus puas di posisi kelima kelas MotoGP. Sementara wakil Malaysia, Hakim Danish, finis kesepuluh di kelas yang sama dengan Veda.
Jadi, kehadiran Veda Ega Pratama ini seperti angin segar. Di tengah dominasi pembalap Eropa yang masih kuat, munculnya talenta muda dari Indonesia memberi secercah harapan. Bisa jadi, ini adalah awal dari kebangkitan balap motor Asia di panggung dunia.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts dan Nevis dengan Selisih Nilai Pasar Pemain 50 Kali Lipat
Eredivisie Tegaskan Tak Akan Ulangi Pertandingan Meski Status Pemain Dipertanyakan
Kiandra Ramadhipa Siap Berlaga di FIM Moto3 Junior World Championship 2026
Enam Tiket Terakhir Piala Dunia 2026 Diperebutkan di Playoff Semifinal