Soalnya, dia belum pernah balapan resmi di sana. Makanya, sesi latihan bebas di hari pertama bakal jadi kunci. Adaptasi cepat, cari racing line yang pas, dan tentuin titik rem yang akurat itu yang harus dia kuasai secepat mungkin.
“Sirkuit ini baru buat saya. Tapi saya akan belajar dan berusaha maksimal,” ucapnya.
Tim Solid dan Mental Tangguh
Podium di Brasil itu nggak datang tiba-tiba. Menurut Veda, itu hasil kerja kolektif tim yang solid. Honda Team Asia berhasil menyiapkan motor Honda NSF250RW-nya jadi sangat kompetitif. Kerja sama mekanik, kru teknis, dan manajemen tim berjalan mulus.
Di sisi lain, pengalaman jadi runner-up Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025 juga bantu banget. Itu yang membentuk mentalnya, terutama saat harus berduel ketat di lap-lap penentu.
Ujian Sebenarnya: Konsistensi
Sekarang, dengan 27 poin dan posisi teratas di klasemen rookie, tekanan buat Veda makin besar. Ekspektasi publik naik. Kalau di Texas dia bisa finis lima besar lagi atau malah naik podium jaraknya dengan rival seperti Brian Uriarte bakal makin lebar.
Intinya, balapan akhir pekan ini lebih dari sekadar seri lanjutan. Ini ujian konsistensi buat sang “Singa Muda”. Bisakah Veda bikin kejutan lagi di lintasan yang sama sekali baru? Semua mata, terutama pecinta balap di Tanah Air, akan tertuju padanya.
Artikel Terkait
Eredivisie Tegaskan Tak Akan Ulangi Pertandingan Meski Status Pemain Dipertanyakan
Kiandra Ramadhipa Siap Berlaga di FIM Moto3 Junior World Championship 2026
Enam Tiket Terakhir Piala Dunia 2026 Diperebutkan di Playoff Semifinal
Italia Hadapi Tekanan Berat di Laga Penentu Kualifikasi Piala Dunia Lawan Irlandia Utara