PSM Makassar Terima Sanksi Larangan Transfer FIFA untuk Kelima Kalinya

- Rabu, 25 Maret 2026 | 13:00 WIB
PSM Makassar Terima Sanksi Larangan Transfer FIFA untuk Kelima Kalinya

MAKASSAR Krisis di PSM Makassar sudah bukan lagi urusan angka. Rasanya lebih dari itu. Ia seperti kabut tebal yang perlahan menyusup ke setiap sudut klub, dari ruang ganti yang sunyi hingga ke tribun penuh suporter yang mulai resah. Maret 2026 menjadi bulan yang berat.

Di tengah suasana Lebaran, ketika para pemain seharusnya bisa menikmati ketenangan bersama keluarga, justru datang kabar buruk. FIFA kembali memberi sanksi. Bahkan, dua kali dalam rentang waktu yang singkat. Sungguh ironi yang terasa getir.

Sepak bola profesional memang tak pernah kenal ampun.

Pada 9 dan 20 Maret, nama PSM tercantum di daftar hukuman FIFA. Sanksinya jelas dan berdampak langsung: larangan merekrut pemain untuk tiga periode bursa transfer. Ini pukulan telak, bukan sekadar teguran biasa.

Kalau kita lihat ke belakang, ini sudah yang kelima kalinya sepanjang musim 2025/2026. Rantainya berawal dari Oktober tahun lalu, berlanjut ke Januari, dan kini memuncak di Maret. Polanya jelas. Masalahnya bukan kebetulan, tapi sudah mengakar.

Pokok persoalannya, ya, uang. Tepatnya sengketa pembayaran gaji yang berlarut-larut.

Kasus mantan pelatih Tomas Trucha sering disebut sebagai pemicu. Tapi sejujurnya, itu hanya satu dari sekian banyak titik api. Intinya, manajemen kerap gagal menuntaskan kewajiban finansialnya. Konsistensi itu yang hilang.

Dampaknya mulai merambat ke lapangan.

Di sesi latihan terakhir di Kalegowa sebelum jeda, suasana terasa ganjil. Beberapa pemain asing seperti Sakai, Aloisio, dan Boboev tidak terlihat. Apakah mereka pulang lebih awal untuk Lebaran, atau ada alasan lain? Pertanyaan itu menggantung, memicu spekulasi.

Dan dalam situasi seperti ini, rumor tumbuh subur. Seringkali, ia punya dasar.

Sejarah menunjukkan, sanksi larangan transfer dari FIFA biasanya jadi awal dari efek domino: pemain pergi. Karier atlet itu pendek. Ketika klub goyah, pilihan rasional untuk mencari kepastian sering mengalahkan ikatan hati. Wajar saja.

Klub-klub lain pun mulai bersiap.

Ambil contoh Persebaya Surabaya. Di bawah Bernardo Tavares, mereka justru melihat peluang dalam krisis ini. Nama-nama seperti Ramadhan Sananta dan Victor Dethan dikabarkan masuk dalam radar mereka. Ambisi Persebaya tak mereka sembunyikan.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar