Senja di Goiânia punya caranya sendiri. Udara mulai sejuk, bayangan memanjang, dan raungan mesin kecil Moto3 mengisi sirkuit. Di tengah suasana itu, Veda Ega Pratama, pembalap 17 tahun asal Indonesia itu, bersiap. Ujiannya besar. Ia tak cuma start dari barisan depan, tapi juga sebagai satu-satunya pembalap Honda yang berani menyelak di tengah barisan KTM yang mendominasi.
Posisi keempat di grid? Itu cuma angka. Yang lebih menarik justru cerita di baliknya: tekanan, adaptasi cepat, dan keberanian membaca lintasan yang sama sekali nggak ramah.
Di depannya, tiga KTM sudah siap menerkam. Joel Esteban di pole, Valentin Perrone, lalu Hakim Danish. Bahkan di belakang Veda, dua KTM lain mengintai. Enam motor, hampir semuanya seragam. Dan di tengah-tengah lautan warna itu, Veda dengan Honda Team Asia-nya berdiri. Seperti membawa misi yang lebih berat dari sekadar finis.
Memang, sejak awal akhir pekan, lintasan di Sirkuit Ayrton Senna ini nggak memberi kemudahan. Kualifikasi yang mestinya beres malah molor karena kerusakan di area start. Jadwal mundur, matahari makin rendah. Suhu turun, grip berubah waktu untuk beradaptasi pun makin sedikit.
Veda sendiri baru turun ke trek saat sesi Q2 sudah berjalan. Pukul 17.35 waktu setempat. Dalam dunia balap, terlambat turun itu risiko besar. Ritmu bisa kacau.
Belum dua menit sesi berjalan, bendera merah sudah berkibar. Trek dinilai tidak aman. Ada serpihan dan insiden yang melibatkan Cormac Buchanan dan Hakim Danish. Semua berhenti. Konsentrasi? Buyar. Mereka harus menyusun strategi ulang dari nol.
Nah, di momen genting seperti itu, banyak pembalap memilih tunggu dan lihat. Tapi Veda lain cerita.
Begitu sesi dilanjutkan dengan sisa 13 menit, ia langsung gas pol. Lap pertamanya 1:27.213 cukup buat sementara masuk tiga besar. Tapi rupanya, itu belum cukup baginya.
Ia memilih balik ke pit. Keputusan yang nggak populer, tapi justru sering jadi penentu. Balapan kadang dimenangkan di sana, dalam pilihan strategi, bukan cuma di tikungan.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Raih Podium Perdana Moto3 di Brasil, Naik ke Peringkat Tiga Klasemen
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Raih Podium Ketiga Moto3 Brasil 2026
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Podium Perdana Indonesia di Moto3 Brasil 2026
Fabregas Persembahkan Kemenangan Telak Como untuk Mendiang Michael Bambang Hartono