Meski hari Jumat (4/3) itu berstatus libur nasional, proses penyaluran bantuan untuk korban bencana tak ikut berhenti. Kementerian Sosial justru memanfaatkan momen itu untuk menyalurkan dana bantuan senilai Rp 54,57 miliar. Sasaran utamanya adalah warga di tiga kabupaten yang terdampak: Agam, Pidie Jaya, dan Bireuen.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan alasan di balik langkah ini. Lewat keterangan tertulis, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk segera membantu.
"(Meski) di hari libur, kita bisa bertemu secara hybrid dalam rangka untuk memberikan bantuan atau penyaluran bantuan kebencanaan dari pemerintah kepada keluarga dan saudara-saudara kita yang terdampak bencana pada beberapa bulan yang lalu,"
Rincian angka bantuannya cukup besar. Untuk Kabupaten Agam, totalnya mencapai Rp11,7 miliar. Jumlah ini mencakup jaminan hidup (jadup) senilai Rp11,06 miliar yang ditujukan bagi 8.195 penerima manfaat. Ada juga santunan untuk ahli waris korban meninggal tahap II sebesar Rp120 juta, plus santunan bagi 105 korban luka senilai Rp525 juta.
Di sisi lain, Pidie Jaya menerima aliran dana sebesar Rp20,75 miliar yang akan dinikmati oleh 15.377 penerima. Sementara itu, Bireuen mendapat porsi terbesar, yakni Rp22,1 miliar untuk jadup 16.374 orang.
"Nilai semuanya total Rp54.572.100.000. Nanti akan kita salurkan juga pada tahap berikutnya untuk isian rumah dan juga untuk stimulan ekonomi,"
Memang, paket bantuan pascabencana dari Kemensos ini cukup komprehensif. Pada fase kedaruratan, ada santunan Rp15 juta untuk ahli waris korban meninggal. Korban luka berat bisa dapat Rp5 juta. Belum lagi bantuan isi rumah Rp3 juta per keluarga, stimulan ekonomi Rp5 juta, serta jadup Rp450 ribu per orang per bulan yang diberikan selama tiga bulan.
Tapi, bagaimana data penerima ini dipastikan akurat? Prosesnya ternyata panjang dan melibatkan banyak pihak. Awalnya, data bersumber dari BNPB. Lalu, pemda setempat yang melakukan verifikasi. Setelah bupati atau wali kota menetapkannya, data itu dikuatkan oleh Kapolres dan Kepala Kejaksaan Negeri. Baru kemudian, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) memprosesnya, mencocokkannya dengan data Dukcapil, dan divalidasi oleh BPS. Puncaknya, data itu harus ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satgas PRR.
Menurut Gus Ipul, proses verifikasi ini terus berjalan dengan cukup lancar.
"Data yang terbaru hampir 90 ribu sudah terverifikasi, ditandatangani Pak Mendagri 75 ribu. Mungkin minggu depan sudah akan ditandatangani lagi. Insya Allah hampir mencapai sekitar 90-100 ribu. Nah dengan begitu kami bisa menyalurkan secara bertahap,"
Untuk menyalurkan dana sebesar itu, Kemensos menggandeng PT Pos Indonesia. Tiga skema diterapkan: penerima bisa ambil langsung di kantor pos, melalui komunitas di kantor kelurahan atau kecamatan, atau lewat layanan door-to-door khusus bagi lansia dan penyandang disabilitas. Gus Ipul pun menyampaikan apresiasinya pada PT Pos yang bersedia bekerja di hari libur.
"Yang saya tahu PT Pos tetap melaksanakan tugas meskipun di hari libur. Untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada PT Pos. Meskipun libur, selama memang datanya sudah ada, angkanya sudah siap, bisa membuka kantornya untuk menyalurkan kepada para penerima manfaat,"
Di lapangan, respons dari pemimpin daerah pun positif. Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, tak sungkan menyampaikan rasa terima kasihnya.
"Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Presiden Republik Indonesia dan kepada Bapak Menteri Sosial yang sudah memberikan bantuan terhadap jadup ataupun bantuan stimulan yang sudah pernah kami terima sebelumnya, lebih kurang ada Rp241,6 miliar. Alhamdulillah atas bantuan ini kami sangat merasakan manfaatnya,"
Jadi, meski hari itu seharusnya hari untuk istirahat, roda bantuan terus berputar. Upaya pemerintah untuk memulihkan kehidupan warga terdampak bencana, rupanya, tak mengenal hari libur.
Artikel Terkait
Hary Tanoe dan Angela Pimpin Langsung Pembagian Kurban Perindo di Paseban
Pertamina Salurkan 4.400 Hewan Kurban ke Masyarakat Sekitar Wilayah Operasi
Pemerintah Bangladesh Selamatkan Kerbau Albino ‘Donald Trump’ dari Penyembelihan Idul Adha
Polisi Ungkap Motif Selebgram Woodyrman Aniaya WNA Brunei hingga Tewas di Blok M