Update Pasca Bencana: Akses Jalan Masih Terputus, Korban Jiwa Bertambah
Pasca banjir besar yang melanda, kondisi sejumlah jalur transportasi di Sumatera Barat masih memprihatinkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa ruas jalan nasional yang menghubungkan Padang Panjang dan Sicincin hingga saat ini belum bisa dilalui. Beberapa jalur provinsi lainnya juga mengalami nasib serupa.
Dalam jumpa pers yang disiarkan secara daring, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memberikan penjelasan rinci.
"Jalur transportasi untuk jalur nasional ini yang masih terputus adalah Kota Padang Panjang dan Sicincin," ucap Suharyanto, Minggu (30/11/2025).
Namun begitu, ada secercah kabar baik. Suharyanto menambahkan bahwa secara umum, pergerakan di Sumatera Barat masih memungkinkan melalui jalur darat. Ia bahkan menyoroti bahwa pemulihan di wilayah ini terlihat lebih cepat jika dibandingkan dengan kondisi di Aceh dan Sumatera Utara yang masih sangat sulit.
"Secara umum Sumatera Barat ini baik jalur transportasi ini masih bisa dilalui lewat darat," katanya.
Di sisi lain, laporan korban jiwa terus mengalami peningkatan yang menyedihkan. Data terbaru yang dirilis BNPB menunjukkan angka korban meninggal dan hilang akibat banjir dan longsor di tiga provinsi bertambah.
Berikut rincian datanya:
- Sumatera Utara: 217 orang meninggal, dengan 209 lainnya masih dinyatakan hilang.
- Aceh: korban jiwa mencapai 96 orang, sementara 75 orang belum ditemukan.
- Sumatera Barat: 129 orang meninggal dunia dan 118 orang dilaporkan hilang.
Angka-angka ini menggambarkan betapa dahsyatnya dampak bencana yang melanda wilayah tersebut. Upaya evakuasi dan perbaikan infrastruktur masih terus dilakukan, meski dihadapkan pada medan yang berat.
Artikel Terkait
Anies Baswedan: Guru yang Tanamkan Nilai dan Etika Tak Tergantikan AI
WHO Konfirmasi Wabah di Kapal Pesiar MV Hondius Akibat Virus Andes yang Langka
Serangan Israel Tewaskan Komandan Senior Pasukan Radwan Hizbullah di Beirut
BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sebagian Besar Wilayah Indonesia pada 6-8 Mei 2026