AFC Jatuhkan Sanksi, Malaysia Kalah WO dan Gagal ke Piala Asia 2027

- Rabu, 18 Maret 2026 | 10:30 WIB
AFC Jatuhkan Sanksi, Malaysia Kalah WO dan Gagal ke Piala Asia 2027

JAKARTA – Pukulan telak datang dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Timnas Malaysia dijatuhi sanksi berat: kalah 0-3 di meja hijau untuk dua laga Kualifikasi Piala Asia 2027. Padahal, di lapangan hijau, mereka tampil perkasa. Nepal ditaklukkan 2-0, sementara Vietnam dihajar 4-0. Kini, semua kemenangan itu sirna. Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) pun menyatakan kekecewaan yang mendalam. Benarkah mereka akan mengajukan banding?

Akibatnya jelas: enam poin penting menguap begitu saja. Impian lolos ke Piala Asia 2027 pun ikut lenyap. Memang, masih ada satu laga tersisa melawan Vietnam akhir bulan ini. Tapi, apa artinya? Hasil itu sudah tidak lagi berpengaruh. Di sisi lain, Vietnam, dengan koleksi 15 poin, sudah bisa bernapas lega. Tiket ke turnamen besar Asia itu sudah di tangan.

Sanksi karena Pemain Bermasalah

Semua masalah ini berawal dari pemain naturalisasi yang statusnya bermasalah. Awalnya, prosesnya berjalan mulus. Namun, kemudian terungkap ada pemalsuan data yang melibatkan pemain tersebut. FIFA pun turun tangan dan menjatuhkan sanksi. AFC kemudian mengikuti dengan keputusan serupa yang akhirnya menggagalkan perjalanan Malaysia.

Meski kecewa, FAM menyatakan mereka menghormati putusan AFC. Hanya saja, rasa penasaran dan keinginan untuk keadilan masih membara. Mereka merasa perlu meminta penjelasan lebih rinci. Apa sebenarnya alasan di balik keputusan Komite Disiplin dan Etik AFC itu?

Dalam pernyataan resminya, FAM menegaskan, "Kami akan mengajukan permohonan tertulis untuk mendapatkan penjelasan terkait alasan keputusan ini sebelum memutuskan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan banding."

Jadi, meski sikapnya terbuka, FAM tampaknya belum menyerah. Upaya banding masih sangat mungkin ditempuh. Tentu, langkah final sangat bergantung pada penjelasan yang akan diberikan AFC nanti.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar