Padahal, Juventus memboyongnya dengan harapan besar. Ia dianggap sebagai bagian dari masa depan, calon penerus Dusan Vlahovic. Namun di Turin, Openda gagal memenuhi ekspektasi bahkan lebih mengecewakan daripada rekannya, Jonathan David.
Hanya dalam hitungan bulan, ia berubah dari calon bintang menjadi pemain pinggiran. Kepercayaan dirinya rontok, begitu pula posisinya di timnas Belgia. Kecuali ada keajaiban, peluangnya untuk dibawa ke Piala Dunia di Meksiko, AS, dan Kanada pun hampir tertutup.
Soal nilai transfer, Juventus dulu mendatangkannya dari Leipzig dengan status pinjaman plus opsi beli. Opsi itu akan jadi wajib jika kondisi tertentu terpenuhi. Bianconeri sudah menggelontorkan €3,3 juta untuk biaya pinjam, dan musim panas ini mereka harus mulai mencicil biaya pembelian penuh sebesar €40,6 juta yang akan aktif begitu Juventus dipastikan finis di sepuluh besar klasemen.
Nah, agar tidak rugi, Juventus harus bisa melepasnya dengan harga sekitar €35 juta. Itu angka yang cukup berat mengingat performanya belakangan.
Menurut laporan Goal, menjual Openda juga akan menghemat beban gaji yang cukup signifikan. Ia punya kontrak hingga 2030 dengan pendapatan kotor €7,4 juta per tahun, atau sekitar €4 juta bersih. Angka yang cukup besar untuk seorang pemain yang jarang dimainkan.
Artikel Terkait
Ancelotti Tegaskan Neymar Belum 100% Siap, Bintang Brasil Tak Masuk Skuad
PSM Makassar Cabut Sanksi, Imbau Pemain Jaga Berat Badan Saat Libur Lebaran
Persib Bandung Luncurkan Koleksi Streetwear Eksklusif Kolaborasi dengan Brand Inggris
Arbeloa Soroti Strategi Bertahan Madrid Hadapi Haaland di Etihad