“Kami juga mencoba menghubungi PSM untuk melihat apakah mereka bersedia melakukan uji coba atau tidak. Saat ini kami masih menunggu kabar. Jika memungkinkan, mungkin bisa dilakukan sebelum libur Lebaran,” ujarnya.
Sementara itu, uji coba melawan tim PSIS Semarang U‑20 di Lapangan POJ City punya tujuan yang lebih spesifik. Fokusnya adalah melihat sejauh mana materi latihan selama ini bisa diterapkan dalam situasi nyata.
“Tujuan dari uji coba ini untuk melihat apa yang sudah disiapkan sebelumnya. Persiapan latihan yang sudah dilakukan beberapa waktu terakhir kami coba aplikasikan dalam pertandingan,” tutur Andri.
Dari pengamatan pelatih, beberapa pola permainan mulai terbentuk. Baik itu skema taktik, organisasi tim, maupun sistem yang sedang dibangun perlahan mulai kelihatan.
“Setidaknya game plan, taktik, dan sistem yang sedang kami bangun sudah mulai terlihat. Nantinya itu akan kami evaluasi untuk pertandingan berikutnya,” katanya.
Selain uji coba, internal game juga rutin digelar. Bahkan, pertandingan internal itu diusahakan semirip mungkin dengan laga resmi dipimpin tiga wasit agar atmosfernya benar-benar terasa.
Harapannya, dengan setting seperti itu, para pemain bisa tampil lebih serius dan intensitas permainan tetap terjaga.
Meski begitu, evaluasi tim pelatih menunjukkan masih ada beberapa catatan yang harus dibenahi. Yang paling mencolok adalah organisasi pertahanan sektor yang kerap jadi titik lemah PSIS sepanjang musim ini.
Nah, kalau nanti uji coba melawan PSM benar-benar terjadi, duel itu bakal menarik untuk disimak. Bukan cuma sekadar pemanasan, tapi juga jadi cermin bagi dua tim yang sama-sama berjuang menghindari jerat zona merah.
Artikel Terkait
Elkan Baggott Kembali Dipanggil Timnas Indonesia di Era Pelatih John Herdman
Chris Waddle Peringatkan Cole Palmer: Pindah ke MU Berisiko Jadi Pemain Cadangan
Hasil Imbang Kontra Spurs Perbesar Tekanan pada Arne Slot di Liverpool
PSM Serahkan Tampuk Kepelatihan pada Dua Putra Daerah di Tengah Tekanan Klasemen