Denada Buka Suara Soal Gugatan Anak yang Dituduh Telantarkan

- Senin, 12 Januari 2026 | 10:25 WIB
Denada Buka Suara Soal Gugatan Anak yang Dituduh Telantarkan

Setelah berhari-hari dihujani pertanyaan, Denada Tambunan akhirnya angkat bicara. Lewat pernyataan resmi, penyanyi itu merespons gugatan seorang pria di Banyuwangi yang mengaku sebagai anak kandungnya. Pria itu, Ressa Rizky Rosano (24), menuduh Denada telah menelantarkannya selama ini.

Suara Denada disampaikan oleh manajernya, Risna Ories. Dalam pernyataannya yang dibacakan Senin (12/1/2026), Risna mengaku prihatin dengan isu yang berkembang.

"Sangat prihatin atas isu publik yang berkembang, yang sebenarnya ini adalah ranah keluarga," kata Risna.

"Karena bagaimanapun juga semua keluarga memiliki privasi. Setiap keluarga punya cerita," tambahnya.

Risna menegaskan, situasi ini berat bagi Denada. Itu sebabnya ibu dari Emilia Contesa itu memilih untuk tidak muncul ke publik dulu. "Ini bukan hal yang mudah diterima dan dijalani," ujarnya.

Tim manajemen meminta ruang dan waktu. "Kami mohon pengertian agar diberikan ruang bagi Denada untuk menelaah perkara ini secara proporsional. Tetap mempertimbangkan kebaikan semua pihak," jelas Risna.

Soal gugatan hukum, Denada sudah siap. Risna menyebut kliennya telah menunjuk kuasa hukum untuk menghadapi proses di Pengadilan Negeri Banyuwangi. "Saat ini Denada dan tim hukum sedang mempelajari dan menelaah secara cermat segala hal terkait gugatan. Ini bagian dari proses hukum yang harus dihormati bersama," paparnya.

Di akhir pernyataan, Risna menyampaikan terima kasih atas dukungan yang mengalir. "Terima kasih atas perhatian, empati, dan pengertian yang diberikan. Dukungan kalian sangat berarti bagi Denada," tutupnya.

Klaim Anak Kandung dan Tuntutan Rp 7 Miliar

Lalu, seperti apa duduk perkaranya? Ressa mengklaim dirinya lahir tahun 2002, saat Denada masih berseragam SMA. Gugatan yang terdaftar dengan nomor 288/Pdt.G/2025/PN.Byw itu menuntut ganti rugi materiil fantastis: Rp 7 miliar.

Kuasa hukum Ressa, Moh Firdaus Yuliantono, membeberkan asal-usul angka itu. "Itu berdasarkan penghitungan akumulasi biaya sejak Ressa kecil hingga remaja. Mulai biaya pendidikan SD sampai SMA, uang saku, biaya hidup, dan lain-lain," ujar Firdaus.

Intinya, Ressa merasa haknya sebagai anak telah diabaikan selama 24 tahun. Dia mengaku tak pernah mendapat nafkah maupun pengakuan langsung dari Denada.

Dari Bayi Titipan hingga Penjaga Warung 24 Jam

Cerita dari pihak penggugat cukup panjang. Konon, saat masih bayi, Ressa dibawa dari Jakarta ke Banyuwangi. Dia dititipkan pada kerabat neneknya, mendiang Emilia Contessa. Tujuannya agar karier Denada yang sedang menanjak tak terganggu.

Sejak itu, Ressa tumbuh besar di bawah asuhan bibi Denada di Banyuwangi. Biaya hidupnya selama ini ditanggung oleh sang nenek. Namun, setelah Emilia Contessa wafat, keadaan berubah drastis. Ekonomi keluarga morat-marit.

Ressa pun terpaksa putus kuliah. Kini, untuk menyambung hidup, dia bekerja sebagai penjaga Warung Madura yang buka 24 jam nonstop.

Firdaus menambahkan satu hal. Di lingkungan keluarga besar, status Ressa sebagai anak Denada sebenarnya bukan rahasia umum. Tapi, ketika Ressa mencoba meminta kejelasan, respons Denada justru penolakan. Sang artis secara tegas enggan mengakui hubungan darah itu.

Kini, bola ada di pengadilan. Semua menunggu jawaban hukum atas kisah keluarga yang berujung ruang sidang ini.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar