Surat pemanggilan resmi sudah dikirim ke pemain yang pernah dipinjamkan ke Blackpool FC itu. Responsnya positif. Baggott siap datang.
Rupanya, bagi Herdman, ini bukan keputusan dadakan. Pelatih asal Kanada itu disebut sudah memantau pemain-pemain Indonesia jauh sebelum ia resmi ditunjuk. Bahkan, beberapa nama sudah ia siapkan dalam presentasinya dulu.
Kembalinya Baggott jelas membawa angin segar untuk lini belakang. Dengan tinggi badan nyaris dua meter dan pengalaman di Eropa, dia punya keunggulan yang jarang dimiliki pemain lokal.
Tapi di balik kabar gembira ini, ada pertanyaan menggelitik. Apakah ini pertanda arah kariernya juga bakal berubah?
Belakangan, tren pemain diaspora main di liga domestik makin kentara. Lihat saja Thom Haye yang ke Persib, atau Jordi Amat yang gabung Persija. Mereka memilih berlabuh di tanah air.
Lantas, apakah Baggott akan menyusul? Untuk sekarang, jawabannya masih mengambang. Fokusnya masih pada timnas. Agenda terdekat adalah FIFA Series 2026, dimana Indonesia akan jumpa Saint Kitts dan Nevis tanggal 27 Maret. Tiga hari kemudian, lawannya bisa Bulgaria atau Kepulauan Solomon.
Di situlah Baggott berpeluang kembali memimpin pertahanan Garuda. Posisi yang dulu ia tinggalkan, dan kini siap ia isi kembali.
Sepak bola memang jarang berjalan lurus. Ada jeda, ada jarak, dan ada momen untuk pulang. Untuk Elkan Baggott, sepertinya babak barunya baru saja dimulai.
Artikel Terkait
PSIS Incar Uji Coba Kontra PSM Makassar untuk Jaga Ritme Jelang Laga Penting
Chris Waddle Peringatkan Cole Palmer: Pindah ke MU Berisiko Jadi Pemain Cadangan
Hasil Imbang Kontra Spurs Perbesar Tekanan pada Arne Slot di Liverpool
PSM Serahkan Tampuk Kepelatihan pada Dua Putra Daerah di Tengah Tekanan Klasemen