"Mungkin masuk akal bagi Cole Palmer karena dia penggemar Manchester United. Tapi secara pribadi, saya tidak mengenalnya, jadi saya tidak tahu apa yang dia pikirkan," kata Bridge.
"Mungkin masuk akal bagi Manchester United – setiap klub pasti ingin merekrut Cole Palmer – tetapi tidak masuk akal bagi Chelsea. Sebagai mantan pemain Chelsea, saya akan sangat kecewa jika dia pergi ke sana."
Bridge bahkan punya contoh nyata. "Saya akan berbicara dengannya dan berkata, 'Dengar, ingat apa yang terjadi pada Mason Mount, ayolah, jangan pergi ke mana pun.' Dia adalah pemain utama di Chelsea. Chelsea ingin membangun tim di sekitar Cole Palmer."
Nah, soal harga, ini bagian yang rumit. Kontrak Palmer masih panjang, hingga 2033. Posisi tawar Chelsea sangat kuat. Kabarnya, butuh angka fantastis, mungkin mendekati rekor transfer Inggris, untuk membujuk The Blues melepas aset terbaik mereka. Angka £150 juta lebih kerap disebut-sebut.
Jadi, ini soal lebih dari sekadar uang atau klub idaman. Ini tentang jaminan menit bermain, proyek tim, dan karier jangka panjang. Palmer punya bintang, tapi langkah selanjutnya harus dihitung matang-matangan. Salah melangkah, bisa-bisa ia hanya jadi pemain mahal yang menghangatkan bangku cadangan di klub impiannya sendiri.
Artikel Terkait
PSIS Incar Uji Coba Kontra PSM Makassar untuk Jaga Ritme Jelang Laga Penting
Elkan Baggott Kembali Dipanggil Timnas Indonesia di Era Pelatih John Herdman
Hasil Imbang Kontra Spurs Perbesar Tekanan pada Arne Slot di Liverpool
PSM Serahkan Tampuk Kepelatihan pada Dua Putra Daerah di Tengah Tekanan Klasemen