Prosesi Pemakaman PB XIII & Pengukuhan PB XIV di Keraton Solo dengan Kereta Jenazah 100 Tahun

- Kamis, 06 November 2025 | 03:30 WIB
Prosesi Pemakaman PB XIII & Pengukuhan PB XIV di Keraton Solo dengan Kereta Jenazah 100 Tahun

Pemakaman PB XIII dan Pengukuhan PB XIV: Prosesi Adat Keraton Solo dengan Kereta Jenazah 100 Tahun

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar pemakaman Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIII pada Rabu (5/11). Prosesi adat yang mengharukan ini menggunakan kereta keranda pusaka berusia lebih dari 100 tahun untuk mengantarkan sang raja ke peristirahatan terakhirnya di Makam Raja Imogiri, Yogyakarta.

Kereta Jenazah Pusaka Era PB VII dalam Pemakaman Raja Solo

Kereta jenazah berwarna putih yang menjadi bagian dari sejarah panjang Keraton Solo ini terakhir kali digunakan untuk pemakaman PB XII. Menurut KGPH Puger, adik almarhum, kereta pusaka tersebut disimpan di Gedung Kereta depan Sasono Putro dan dikhususkan hanya untuk membawa jenazah raja.

“Kereta jenazah tersebut sudah ada sejak era PB VII, dan sempat dilakukan renovasi pada era PB X,” jelas Puger. Rute yang digunakan untuk membawa jenazah PB XIII berbeda dengan prosesi pemakaman PB X, di mana jenazah hanya dibawa hingga Puryaningratan sebelum berganti ambulans.

Dukacita Negara: Jokowi dan Gibran Melayat ke Keraton Solo

Sebelum pemakaman, rumah duka Keraton Solo kedatangan tokoh-tokoh penting negara. Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka melayat pada Minggu (2/11) didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Kapolda Jateng, dan sejumlah pejabat lainnya.

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) juga menyampaikan belasungkawa dengan datang langsung pada Minggu malam. Kedatangan Jokowi disambut oleh para kerabat keraton sebelum beliau menuju area persemayaman jenazah.

Lautan Pelayat Warnai Pemakaman PB XIII di Imogiri

Pemakaman PB XIII di Kompleks Makam Raja-Raja Imogiri, Bantul, DIY, dihadiri oleh lautan pelayat. Masyarakat berduyun-duyun ingin menyaksikan momen langka ini sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada raja mereka.

Prosesi dimulai dengan penyerahan jenazah di Pos Pajimatan, dilanjutkan dengan shalat jenazah di Masjid Kagungan Dalem Pajimatan Imogiri. Jenazah kemudian dibawa menuju Kedaton PB X untuk dimakamkan di samping sang ayah, melewati ratusan anak tangga di kompleks makam tersebut.

Pengukuhan Gusti Purbaya Sebagai Pakubuwono XIV

Sebelum jenazah diberangkatkan, terjadi momen bersejarah. Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram atau Gusti Purbaya, Putra Mahkota Keraton Solo, mengukuhkan dirinya sebagai Pakubuwono XIV.

Pengukuhan dilakukan dengan membacakan sambutan sabda di hadapan jenazah PB XIII dan para pelayat. GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, anak pertama almarhum, menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk penghormatan dan pelestarian adat yang sah, sehingga tidak terjadi kekosongan kekuasaan di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar