Persebaya Tertinggi Denda Liga 1, Capai Rp590 Juta Akibat Pelanggaran Suporter

- Minggu, 15 Maret 2026 | 13:00 WIB
Persebaya Tertinggi Denda Liga 1, Capai Rp590 Juta Akibat Pelanggaran Suporter

Menyikapi hal ini, manajemen Persebaya mengambil pendekatan halus. Lewat media sosial, mereka mengajak semua pihak untuk menjaga nama baik klub.

"Ayo Bersama Kita Jaga Persebaya," begitu bunyi seruan itu.

Ajakan itu disambut beragam di kalangan Bonek. Banyak yang mulai introspeksi. Di forum daring, seorang suporter menulis dengan nada prihatin.

"Dana segitu bisa memperbagus stadion GBT," tulisnya.

Suara serupa datang dari pendukung klub lain, mengingatkan bahwa kemajuan sepak bola nasional butuh kesadaran bersama.

Inilah wajah lain sepak bola kita. Fanatisme adalah napas yang menghidupkan stadion, menciptakan atmosfer yang tak terlupakan. Tapi zaman sudah berubah. Dukungan harus dibarengi tanggung jawab. Ketika euforia berlebihan berujung pelanggaran, klublah yang akhirnya menanggung beban finansialnya.

Bagi Persebaya dan Green Force, angka Rp590 juta mungkin akan dikenang sebagai pelajaran berharga musim ini. Cinta pada klub tak cuma diukur dari kerasnya teriakan di tribun, tapi juga dari sikap yang menjaga agar klub tidak terus-terusan merugi.

Musim masih panjang. Perjuangan di klasemen masih terbuka. Tapi di luar lapangan, tantangan besar justru ada di sana: bagaimana menjaga semangat itu tetap membara, tanpa harus membayarnya dengan harga yang selangit.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar