Lalu, apa saja bentuk hukumannya? Pertama, klub dilarang membawa penonton ke stadion untuk lima pertandingan kandang. Hukuman ini mulai berlaku sejak pekan ke-27 nanti. Selain itu, ada denda finansial yang harus dibayar totalnya mencapai Rp135 juta. Belum lagi kewajiban untuk menanggung biaya perbaikan fasilitas stadion yang rusak di Jepara.
Komdis juga memberikan peringatan keras. Intinya, jika ada pelanggaran serupa terulang, sanksi buat Persis Solo bisa jauh lebih berat.
Di sisi lain, manajemen Persis Solo tampaknya memilih sikap kooperatif. Mereka menyatakan menerima keputusan itu. Bahkan, klub berharap momen ini jadi pelajaran berharga, bukan cuma untuk mereka, tapi untuk semua pihak yang terlibat.
Harapannya sih sederhana: insiden seperti ini tidak terulang lagi ke depannya. Suporter bisa kembali menyemangati tim dengan cara yang sportif, tanpa kekerasan. Tapi, jalan menuju sana masih panjang. Larangan penonton untuk lima laga ke depan jelas akan terasa sunyi. Dan itu mungkin justru hukuman terberat bagi klub yang hidup dari dukungan fanatik pendukungnya.
Artikel Terkait
Persela Lamongan Manfaatkan Jeda Kompetisi untuk Perbaikan Fisik dan Taktik
Pelatih Persis Solo Beberkan Alasan Cuci Gudang: Mentalitas Pemain Jadi Masalah
Alwi Farhan Lolos ke Semifinal Swiss Open 2026, Tantangan Li Shi Feng Menanti
Asnawi Buka Suara: Siap Gabung Persib, tapi Terhalang Kontrak Panjang di Port FC